Menelusuri Misteri Bukit Fatukopa: Tempat Sakral dengan Bentuk Mirip Perahu di NTT

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Selasa, 3 Juni 2025 | 20:45 WIB
Bukit Fatukopa NTT (Instagram @kupang.now)
Bukit Fatukopa NTT (Instagram @kupang.now)

Namun, legenda ini tidak dapat dijelaskan secara ilmiah, sehingga tetap menjadi misteri yang dipercayai masyarakat setempat.

Cerita lain menyebut bahwa Bukit Fatukopa merupakan tempat asal mula nenek moyang orang Timor. Karena itu, kawasan ini dianggap sakral, khususnya oleh Suku Dawan.

Untuk mendaki bukit ini, kamu harus mendapatkan izin dari ketua adat dan menjalani serangkaian ritual terlebih dahulu.

Baca Juga: Main Air di Pantai Tawang, Tempat Wisata di Pacitan yang Punya Perairan Dangkal dan Ombak Tenang

Ritual biasanya dipimpin oleh seorang usif atau pemimpin adat, dengan prosesi berupa pembakaran lilin, penyembelihan ayam, hingga menuang minuman tradisional sopi.

Penjaga Mistis Bukit Fatukopa

Menurut kepercayaan masyarakat, bukit ini dijaga oleh sosok kuda dan ular gaib.

Baca Juga: Garuda Indonesia Tuntaskan Fase I Penerbangan Haji 1446 H, Layani Lebih dari 91 Ribu Jemaah Menuju Tanah Suci

Fosil kuda konon bisa ditemukan di bagian selatan bukit, sedangkan sosok ular hanya menampakkan diri kepada orang-orang terpilih.

Tak hanya itu, ada pula kera-kera berkepala mirip manusia yang dipercaya menjadi penjaga gaib, siap mengusir siapa saja yang mencoba mendaki tanpa izin.

Karena itu, mendaki Bukit Fatukopa tanpa mengikuti ritual bisa membawa kesialan. Mulai dari tersesat, celaka, hingga tidak pernah bisa mencapai puncak.

Baca Juga: Garuda Indonesia Tuntaskan Fase I Penerbangan Haji 1446 H, Layani Lebih dari 91 Ribu Jemaah Menuju Tanah Suci

Hanya mereka yang sudah mendapat restu leluhur melalui ketua adat yang diperkenankan naik hingga ke atas.

Warisan Budaya yang Menjaga Alam

Meskipun penuh kisah mistis, keberadaan legenda-legenda ini justru menjaga kelestarian Bukit Fatukopa.

Baca Juga: Bio Farma Tanam Ribuan Pohon dan Gelar Vaksinasi Gratis di Ciamis, Wujud Komitmen terhadap Lingkungan dan Kesehatan

Alam sekitar tetap hijau dan subur, dengan tumbuhan liar yang tumbuh alami tanpa gangguan tangan manusia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini