Penyandang difabel lebih rawan alami kecelakaan.
Bila terjadi sesuatu dan membutuhkan biaya besar, asuransi perjalanan akan meng-cover semua itu.
Cari asuransi yang meng-cover biaya untuk difabel karena biasanya berbeda dengan premi umum.
Baca Juga: Pentingkah Punya Asuransi Perjalanan? Itu Tergantung Tujuan dan Kondisi Lokasi Liburan
3. Riset tempat wisata
Riset segala sesuatu tentang tempat wisata, terutama akses untuk difabel di tempat tersebut.
Tidak ada salahnya ada menghubungi tempat wisata untuk menanyakan akses untuk difabel.
Begitu pula saat mencari tempat makan. Cari yang ramah difabel.
Boleh juga melakukan reservasi dan memberi tahu bahwa seorang difabel akan jadi bagian reservasi.
Baca Juga: 5 Hewan Unik yang Bisa Ditemukan di Indonesia Timur, Rata-rata Langka dan Dilindungi
4. Akses transportasi menuju tempat tujuan
Di Indonesia, layanan bagi kaum difabel di transportasi publik sudah ada, tapi aksesnya belum merata.
Bila menggunakan pesawat terbang atau kereta api, cek fasilitas di bandara dan stasiun.
Kondisi tempat duduk, ruang tunggu, dan lain-lainnya. Bila tidak mumpuni, bisa diantisipasi sedari awal.
Misal, mengajak lebih dari satu teman perjalanan untuk saling bantu atau membayar jasa orang untuk membantu.
Baca Juga: Williem I De Voedselkraam 2, Tempat Santai Baru di Tengah Suasana Stasiun Jadul
5. Akses pelayanan kesehatan
Penyandang difabel lebih riskan mengalami sakit atau kecelakaan.
Artikel Terkait
Tips Bersosialisasi dan Berkenalan dengan Warga Lokal Saat Berlibur ke Luar Negeri
7 Tips Penting Stargazing, Ketahui Waktu dan Lokasi yang Tepat untuk Menikmati Keindahan Langit Malam
Pertama Touring? Ini 7 Tips Aman Naik Motor di Jalan Tanjakan dan Turunan
Tips Simpel Sebelum Terbang, Efeknya Bikin Nyaman Seharian
6 Tips yang Bisa Dilakukan untuk Menghindari Pegal-pegal dan Kaku Saat Liburan
Tips Mengajarkan Anak Menaiki Transportasi Umum Keliling Jabodetabek Saat Akhir Pekan