Kemudian dikembangkan dengan rasa lain, seperti wijen, keju, dan rasa lainnya.
Kembang goyang dijual dalam kemasan plastik berisi beberapa buah atau stoples.
Baca Juga: Warisan Kesenian Khas Betawi yang Mulai Sulit Ditemui Kecuali di Perayaan Ulang Tahun Jakarta
4. Kue dongkal
Disebut juga awuk dongkal, bentuk camilan ini dibuat menyerupai tumpeng.
Nama dongkal diambil dari cara pengambilan kue yang dicongkel atau didongkal dengan centong.
Penjual akan memotong gunungan dongkal per bagian kecil sesuai pesanan pembeli.
Kue dongkal terbuat dari tepung beras ketan, parutan kelapa, dan gula merah.
Baca Juga: Kuliner Asli Betawi yang Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Tak Benda, Wajib dilestarikan!
Adanya gula merah ini membuat tampilan kue dongkal berwarna putih dan cokelat.
Rasa kue dongkal manis dan gurih.
Dulu kue dongkal hanya dihidangkan di acara khitanan, syukuran rumah baru, dan pernikahan.
Baru di tahun 1940-an, camilan ini dijual di kaki lima.***
Artikel Terkait
Wisata Sejarah Bareng Si Kecil, Inilah Museum-Museum Terbaik di Surabaya untuk Liburan Sekolah
Jauh Sebelum TransJakarta dan MRT, Ini Angkutan Umum yang Pernah Berjaya di Jakarta
Di Balik Sepotong Kerak Telor, Ini Sejarah dan Fakta Menarik Kuliner yang Banyak Muncul di Bulan Juni Itu
Liburan ke Gunung Tangkuban Parahu? Ini Info Lengkap Jam Buka dan Harga Tiket Terbaru
Hindari Padat-padatan di Gunung Prau, Ini Gunung dan Bukit di Wonosobo yang Sama-sama Mudah Didaki
Libur Sekolah di Indonesia Saja, Berikut Rekomendasi 7 Destinasi Wisata yang Tawarkan Pesona Memukau