Kabar BUMN - Kalau tinggal di Jakarta atau daerah di pinggirnya, masih mudah menemukan asinan, bahkan di kaki lima.
Asinan Betawi ini masih terus dicari setiap harinya untuk makanan selingan, terutama di siang ke sore hari.
Seperti sejumlah kuliner Betawi, asinan juga mendapat pengaruh kuat dari kuliner Tiongkok.
Ini fakta dan sejarah menarik tentang asinan Betawi yang pedas-pedas menyegarkan.
Hidangan menyegarkan
Asinan Betawi diperkirakan muncul sekitar abad ke-18 dan ke-19.
Seporsi asinan kebanyakan berisi timun, wortel, kol, bengkoang, nanas, sawi asin, selada, dan toge.
Seluruh bahan itu dihidangkan dengan disiram saus kacang encer.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Kuliner Khas Betawi yang Wajib Kamu Coba Saat Berkunjung ke Jakarta
Saus ini terbuat dari kacang tanah, gula merah, cabai rawit, air asam, dan garam.
Untuk melengkapinya, asinan ditutupi potongan kerupuk mie kuning dan kerupuk merah.
Teknik membuat asinan ini ternyata metode yang digunakan orang Tionghoa zaman dulu.
Agar tidak mudah basi, makanan direndam dalam cairan atau difermentasi dengan air cuka dan asam garam.
Teknik ini yang diadaptasi masyarakat Betawi untuk membuat kuah asinan.
Pengaruh lain terlihat pada penggunaan sawi asin, sayuran khas warga Tionghoa.
Artikel Terkait
Akhirnya Kembali! Tari Kecak Hanoman Duta Siap Memukau di TMII, Pertunjukan GRATIS
Rencanakan Libur Sekolah di Klaten: 5 Rekomendasi Tempat Wisata Seru yang Wajib Dikunjungi
5 Tempat Wisata Keluarga di Depok yang Seru dan Ramah Kantong, Cocok untuk Liburan Sekolah
Kids Army Sentul City, Tempat Anak Belajar Disiplin Lewat Cara yang Seru
Rekomendasi 5 Hotel Aesthetic & Kekinian di Yogyakarta, Harganya Juga Ramah di Kantong
Ikan Asar, Hidangan Asap Khas Jayapura yang Wajib Kamu Cicipi