Permainan ini membutuhkan kecepatan tangan dan koordinasi mata.
Baik bagi anak-anak untuk melatih kemampuan motorik dan konsentrasi.
3. Layang-layang
Di antara permainan tradisional lainnya, layang-layang kadang masih bisa ditemukan di daerah pinggiran.
Orang bisa membeli layang-layang di pasar atau membuatnya sendiri.
Model dan ukurannya bervariasi dari besar hingga kecil.
Permainan bisa dimainkan sendiri atau beramai-ramai. Semakin tinggi layangan terbang, semakin seru.
Baca Juga: Panduan Wisata ke Museum Bagi Orang Tua yang Mengajak Anak, Simak Tips dan Triknya
4. Lompat tali
Selain menyenangkan dan menyehatkan, permainan ini juga meningkatkan ketangkasan anak.
Zaman dulu orang membuat tali untuk melompat dari rangkaian karet, sekarang bisa beli alat lompat tali khusus.
Bisa dimainkan sendirian, tetapi tentu lebih ramai jika bersama-sama anak lainnya.
Lompat tali bermanfaat meningkatkan koordinasi otak, kelincahan, daya tahan tubuh, dan melatih pernapasan.***
Artikel Terkait
Sejarah dan Ragam Motif Batik Betawi, Berkembang dari Masa ke Masa Dipengaruh Budaya Negara dan Daerah Lain
Menjelajahi Candi-candi yang Ada di Karanganyar, Wisata Bersejarah untuk Menambah Pengetahuan
4 Rekomendasi Pantai-pantai Memesona di Pangandaran
Liburan di Wonosobo: Rekomendasi 5 Tempat Wisata Alam untuk Melepas Penat
Kuliner Khas Pangandaran, Rasanya Hampir Sama dengan Masakan Sunda Lainnya, Bahannya yang Berbeda Sedikit
Sejarah Panjang Kawasan Glodok, Dari Asal Nama Hingga Latar Belakangnya Menjadi Pecinan