Bahaya Mengonsumsi Kentang Bertunas dan Berwarna Hijau: Ini Penjelasannya

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Jumat, 18 Juli 2025 | 17:00 WIB
Kentang bertunas dan kehijauan mengandung solanin yang bisa berbahaya bagi tubuh. Cari tahu mengapa sebaiknya kamu tidak mengonsumsinya. (Freepik)
Kentang bertunas dan kehijauan mengandung solanin yang bisa berbahaya bagi tubuh. Cari tahu mengapa sebaiknya kamu tidak mengonsumsinya. (Freepik)

Kabar BUMN - Kentang memang menjadi salah satu bahan makanan pokok yang banyak disukai.

Rasanya yang netral dan teksturnya yang empuk membuat kentang cocok diolah menjadi berbagai hidangan.

Namun, tidak semua kentang aman untuk dikonsumsi, terutama jika kentang tersebut sudah bertunas atau berwarna hijau. Kondisi ini bisa menjadi tanda adanya zat berbahaya yang tidak boleh disepelekan.

Baca Juga: Tidak Seberat Pendakian ke Gunung Rinjani, Tetapi Keindahan Savana Propok Tidak Kalah Indahnya

Solanin: Senyawa Alami yang Bisa Jadi Racun

Kentang yang bertunas atau berubah warna menjadi kehijauan menandakan adanya peningkatan kandungan solanin, yaitu senyawa kimia alami yang bersifat toksik.

Solanin sebenarnya berfungsi sebagai pertahanan alami tanaman dari serangan hama. Namun, pada manusia, zat ini bisa menimbulkan keracunan bila dikonsumsi dalam jumlah tertentu.

Baca Juga: AirNav Indonesia Tegaskan Komitmen Tingkatkan Pelayanan Navigasi di Forum ICAO

Gejala yang mungkin muncul akibat keracunan solanin meliputi mual, muntah, sakit kepala, kram perut, diare, hingga gangguan saraf.

Warna Hijau Bukan Sekadar Perubahan Biasa

Ketika kentang terkena cahaya, terutama cahaya matahari atau lampu terang dalam waktu lama, akan terjadi peningkatan klorofil.

Baca Juga: Pertamina Tampilkan Sistem Perizinan Digital Real-Time di Ajang Esri User Conference 2025

Inilah yang menyebabkan kentang berubah menjadi hijau. Meski klorofil sendiri tidak berbahaya, tapi proses ini seringkali disertai peningkatan kadar solanin.

Maka dari itu, warna hijau pada kentang tidak boleh dianggap sebagai perubahan alami biasa, melainkan sinyal adanya potensi bahaya.

Apakah Kentang Bertunas Masih Bisa Dimakan?

Baca Juga: Tanpa Agen Travel, Liburan ke Thailand Tetap Seru dan Aman, Simak Tips dan Panduan Lengkapnya

Secara teknis, kentang yang bertunas masih bisa dimakan jika tunas dan bagian hijaunya dipotong dan dibuang sepenuhnya, serta kentang masih terasa keras dan tidak berbau.

Namun, ini tetap memiliki risiko, apalagi jika tunas sudah tumbuh panjang atau kentang tampak mulai membusuk. Dalam kasus seperti ini, sebaiknya kentang dibuang demi keamanan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini