Bakteri yang muncul ini dinamakan lactic acid backteria yang tergolong sebagai bakteri baik. Lactic acid backteria ini juga yang banyak ditemukan pada makanan fermentasi lainnya, seperti yogurt, kimchi, kefir, dan sauerkraut.
Baca Juga: Makanan yang Bisa Membuat Kulit dan Wajah Lebih Cerah dan Glowing
Mudah dicerna
Roti sourdough mudah dicerna karena proses fermentasinya. Dalam proses fermentasi alami ini adonan menghasilkan probiotik yang sangat baik untuk untuk pencernaan.
Dalam proses fermentasi adonan sourdough, bakteri mampu memecahkan komponen-komponen yang ada dalam gandum, termasuk protein glutten. Karena itu juga roti jenis ini cocok bagi mereka yang menghindari glutten atau punya alergi glutten.
Tiap orang punya kadar toleransi yang berbeda-beda. Bagi beberapa orang, mengkonsumsi makanan tinggi glutten sangat mempengaruhi pencernaan. Mereka bisa menderita sembelit, kembung atau diare. Dengan mengkonsumsi roti sourdough keluhan semacam itu tidak akan muncul.
Baca Juga: Umurnya Sudah Lebih dari 50 tahun, Tempat makan legendaris di Jakarta yang Patut Dikunjungi
Mengontrol gula darah
Roti sourdough juga baik untuk mengontrol gula darah dan kadar insulin. Proses fermentasi sourdough dipercaya mampu mengubah struktur molekul karbohidrat yang ada.
Ini membuat kadar glycemix index dalam roti jadi rendah. Kadar gula yang masuk dalam aliran darah tidak naik dengan cepat.
Roti sourdough yang bahan bakunya menggunakan rye (tepung gandum hitam) sangat baik bagi penderita diabetes atau mereka yang memiliki kadar gula darah tinggi.***
Artikel Terkait
Makanan dan Minuman yang Bikin Gemuk, Hindarilah!
5 Makanan Terbuat dari Gandum yang Menyehatkan
Mau Diet? Ini Makanan yang Harus Anda Konsumsi
Makanan Favorit Keluarga Kerajaan Inggris, Kate Middleton Suka Curry Pedas
Resep Irisan Roti Panggang, Ide Sarapan yang Lezat dan Praktis