Adonan kemudian dibungkus daun pisang dan dikukus sampai hangat. Rasanya manis sedikit gurih.
Baca Juga: Sejarah Panjat Pinang: Dari Hiburan Kolonial hingga Simbol Persatuan di Hari Kemerdekaan
Leughok bisa dinikmati juga dengan taburan kelapa parut.
Awalnya leughok dibuat petani untuk bekal ke sawah. Lalu dimanfaatkan juga oleh pejuang Aceh.
Konon mengonsumsi satu leughok bisa memberikan energi untuk membunuh 10 Marsose.
Marsose adalah pasukan khusus yang dibentuk Belanda untuk melawan gerilyawan di Aceh.
Baca Juga: Magetan Rasa Norwegia, Telaga Sarangan Tawarkan Pemandangan Alam Bak di Luar Negeri
Gutel
Camilan khas masyarakat Gayo, Aceh, ini juga jadi bekal dalam perang gerilya di daerah tersebut.
Gutel terbuat dari tepung beras, kelapa parut dan gula aren.
Semua adonan dicampur dan dibentuk seukuran telur rebus. Lalu dibungkus daun pandan, dikukus.
Baca Juga: Telaga Cempaka, Tempat Wisata Aesthetic yang Tersembunyi di Kebumen
Teksturnya agak keras, rasanya manis, dan cukup mengenyangkan.
Gutel tahan beberapa hari sehingga cocok dijadikan bekal perjalanan jauh.
Saat belum ada kendaraan pun, masyarakat Gayo sering membawa bekal gutel ketika melintasi hutan.
Artikel Terkait
4 Tempat Pengasingan Tokoh Nasional di Masa Perjuangan Kemerdekaan Indonesia
Jalan-Jalan ke Rumah Pengasingan Tokoh Perjuangan Kemerdekaan di Banda Neira
Museum Gedung Perundingan Linggarjati, Kuningan, Saksi Sejarah Perjuangan Diplomatik Pertama Indonesia Setelah Memproklamirkan Kemerdekaannya
Wisata ke Museum Satriamandala, Jakarta, Belajar Sejarah Perjuangan Tentara Indonesia
Suka Wisata Sejarah? Ini 6 Destinasi Penuh Jejak Perjuangan Bangsa yang Bisa Kamu Kunjungi di Jakarta
Napak Tilas Kehidupan dan Perjuangan Bung Hatta di Rumah Kelahirannya di Bukittinggi