4 Tradisi Syukuran Hasil Panen di Indonesia yang Masih Dilakukan Secara Turun-temurun

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Rabu, 13 Agustus 2025 | 14:00 WIB
Tradisi wiwitan di masyarakat Jawa. (langgar.co)
Tradisi wiwitan di masyarakat Jawa. (langgar.co)

Kabar BUMN - Dari zaman dulu, masyarakat Indonesia sudah menjalankan tradisi syukuran, terutama usai masa panen.

Tradisi ini sebagai ucapan syukur atas hasil panen dan permohonan untuk hasil yang sama di panen berikutnya.

Setiap daerah memiliki tradisi syukuran berbeda-beda yang masih dijalankan sampai sekarang.

Uniknya, tradisi syukuran ini menjadi salah satu atraksi wisata yang menarik bagi pelancong.

Baca Juga: Napak Tilas ke Penjara yang Pernah Jadi Tempat Penahanan Pahlawan Nasional

1. Wiwitan
Tradisi wiwitan salah satu ritual ucapan syukur yang dilakukan masyarakat di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Dalam bahasa Jawa, wiwit artinya mulai atau mula-mula.

Biasanya tradisi ini dilakukan petani sebagai sebelum panen padi.

Baca Juga: Petualangan Seru di Museum dan Kampung Seni Borobudur, Nggak Cuma Lihat Artefak!

Acaranya meliputi ritual pemotongan padi pertama, dilanjutkan dengan doa dan makan bersama.

Tradisi wiwitan umumnya dilakukan petani padi, tapi di beberapa daerah dilakukan untuk tanaman lainnya.

Misalnya di Temanggung, tradisi wiwitan dilakukan petani tembakau.

Baca Juga: Perhatikan! Ini Jenis Pakaian yang Tidak Disarankan dalam Penerbangan

2. Kirim Dowo
Tradisi ini dilakukan masyarakat di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini