Benteng Kedung Cowek didirikan pada zaman kolonial Belanda tahun 1900.
Ini benteng terbesar yang dibangun sepanjang pantai Surabaya dan Gresik. Luasnya 71.876 meter persegi.
Baca Juga: Curug Ngebul, Air Terjun “Berasap” di Cianjur yang Bikin Penasaran
Di zaman dulu, ini menjadi benteng pertahanan Belanda, tempat penyimpanan peluru dan meriam.
Setelah Jepang menyerah pada sekutu, benteng menjadi basis pertahanan TKR dan Pasukan Sriwidjaja.
Dalam Pertempuran 10 November 1945 benteng sempat diserang pasukan sekutu tapi berhasil dipertahankan.
Baca Juga: Satu Jam di Atas Rel, Kereta Wisata Heritage Ambarawa Kini Lebih Hemat di Bulan Kemerdekaan
3. Benteng Van Der Capellen
Benteng di Sumatra Barat ini menjadi saksi Perang Padri yang dipimpin Tuanku Imam Bonjol (1803-1838).
Lokasinya di Jorong Kampung Baru, Nagari Baringin, Kecamatan Lima Kaum, Tanah Datar, Sumatra Barat.
Sebelum benteng didirikan, terjadi konflik antara kaum adat dan kaum padri.
Baca Juga: Pantai Santolo, Wisata Alam yang Jadi Saksi Bisu Sejarah Masa Kolonial di Garut
Kaum adat yang kalah meminta bantuan Belanda dengan imbalan beberapa wilayah di Sumatra Barat.
Untuk keperluan perang, Belanda memperkuat pertahanan dengan membangun Benteng Van Der Capellen.
Benteng didirikan tahun 1822-1824.
Namanya diambil dari nama Gubernur Jenderal Belanda, Godert Alexander Gerard Philip, Baron van der Capellen.
Baca Juga: Rangkaian 15 Ucapan Selamat HUT ke-80 RI yang Cocok untuk Semua Kalangan
Artikel Terkait
Benteng Kuto Besak, Palembang, Warisan Kesultanan Palembang yang Dibangun Selama 17 Tahun
Dibangun dari Telur dan Pasir, Benteng Tempilang di Bangka Mampu Melindungi Timah dari Penjarahan Bajak Laut
Benteng Otanaha: Jejak Sejarah Portugis di Gorontalo
Benteng-benteng Peninggalan Belanda yang Masih Berdiri Kokoh di Jawa Tengah
Kisah Benteng Vastenburg, Benteng Peninggalan Belanda di Solo yang Dulu Digunakan untuk Lokasi Memata-matai Bangsawan
Benteng-benteng Peninggalan Masa Kolonial yang Menarik Dikunjungi, Bersejarah dan Punya Arsitektur Indah