Waspada! Bahaya Tersembunyi di Balik Minyak Goreng yang Dipakai Berkali-kali

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Selasa, 19 Agustus 2025 | 14:00 WIB
Ilustrasi - Minyak goreng yang dipakai berkali-kali bisa hasilkan racun dan lemak trans berbahaya. Cari tahu kenapa kebiasaan ini berisiko bagi kesehatanmu. (jcomp/freepik)
Ilustrasi - Minyak goreng yang dipakai berkali-kali bisa hasilkan racun dan lemak trans berbahaya. Cari tahu kenapa kebiasaan ini berisiko bagi kesehatanmu. (jcomp/freepik)

Kabar BUMN - Banyak orang punya kebiasaan memakai minyak goreng lebih dari sekali demi berhemat.

Apalagi kalau minyaknya masih terlihat jernih, rasanya sayang kalau langsung dibuang.

Padahal, kebiasaan ini bisa membawa risiko serius bagi kesehatan tubuh. Di balik rasa gurih dan renyah makanan yang digoreng, ada bahaya yang sering luput dari perhatian.

Baca Juga: Kesempatan Kirim Karya ASDP Journalism Award 2025 Masih Terbuka Lebar, Pendaftaran Diperpanjang Sampai 14 September

Racun yang Tak Terlihat

Setiap kali minyak dipakai untuk menggoreng, terutama dalam suhu tinggi, terjadi perubahan struktur kimia. Minyak akan teroksidasi dan menghasilkan senyawa berbahaya seperti radikal bebas.

Zat ini bisa memicu peradangan dalam tubuh, bahkan meningkatkan risiko penyakit kronis seperti jantung dan kanker. Bahayanya, racun ini tidak terlihat kasat mata.

Baca Juga: Ranu Regulo, Hidden Gem di Lumajang yang Cocok untuk Healing dan Camping

Lemak Trans yang Mengintai

Minyak yang dipakai berulang kali berpotensi menghasilkan lemak trans. Jenis lemak ini dikenal sangat berbahaya karena bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan menurunkan kolesterol baik (HDL).

Jika terus dikonsumsi, lama-kelamaan dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah dan memicu serangan jantung.

Baca Juga: Buruan Daftar! Magang Risk Management di PT JIEP 2025

Rasa Boleh Nikmat, Tapi Risiko Nyata

Makanan yang digoreng dengan minyak sisa sering terasa lebih gurih. Namun, gurihnya justru jadi jebakan.

Kandungan zat berbahaya yang menumpuk dalam minyak bekas itu bisa masuk ke tubuh tanpa disadari. Efek jangka panjangnya jauh lebih merugikan dibanding sekadar menghemat sedikit biaya minyak goreng.

Baca Juga: Sinergi InJourney dan ITDC Hadirkan Relawan Bakti BUMN 2025 di The Mandalika, Perkuat Pendidikan, Lingkungan, dan UMKM

Bijak Menggunakan Minyak

Bukan berarti kamu harus selalu buang minyak setelah sekali pakai, tapi gunakan dengan bijak. Hindari menggoreng berulang kali dalam minyak yang sama, terutama untuk gorengan bersuhu tinggi seperti ayam atau ikan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini