Saat ini lenong Betawi masih bisa ditonton di Setu Babakan, TMII, dan Taman Ismail Marzuki.
Baca Juga: Nawa Majika: Masuk ke Dunia Imersif Baru di Museum Mandiri, Selfie Dijamin Hits!
3. Ludruk
Dalam bahasa Jawa, ludruk artinya eskpresi rakyat kebanyakan.
Biasanya cerita pertunjukan dari Jawa Timur ini seputar masalah keseharian yang dialami rakyat.
Pemainnya menggunakan bahasa yang mudah dicerna, karena penontonnya sebagian besar rakyat jelata.
Di pertunjukan ludruk tradisional, semua peran, termasuk peran perempuan, dimainkan pemain laki-laki.
Baca Juga: Obat-obatan Penting yang Paling Wajib Dibawa Saat Traveling untuk Pertolongan Pertama
4. Mamanda
Teater tradisional dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan, ini gabungan antara seni peran, tarian musik.
Dalam setiap penampilan akan diiringi ermainan biola dan gendang. Pertunjukannya berbahasa Banjar.
Tema ceritanya mengambil dari cerita hikayat atau syair.
Beberapa cerita yang populer, u Syair Abdoel Moeloek, Seribu Satu Malam, Syair Siti Zubaidah, dan Hikayat Si Miskin.
Baca Juga: TinkerBell Garden: Taman Bunga ala Negeri Dongeng di Temanggung yang Bikin Cewek Betah Jepret
5. Dulmuluk
Seni teater ini berasal dari Palembang, Sumatera Selatan.
Dinamakan Dulmuluk lakon ini awalnya menggunakan cerita dari syair Abdul Dulmuluk.
Artikel Terkait
5 Bandara Terkecil di Indonesia, Ada yang Hanya Menampung 40 Orang Saja
6 Kota Tua Ikonik di Indonesia: Menyusuri Jejak Kolonial dan Ragam Budaya dalam Balutan Arsitektur Megah
Kuliner Indonesia yang Dimasak dalam Batang Bambu, Tradisi Memasak Warisan Nenek Moyang
Ragam Nasi Kuning dari Indonesia, Warna Boleh Sama tapi Rasa Berbeda-beda
4 Tradisi Syukuran Hasil Panen di Indonesia yang Masih Dilakukan Secara Turun-temurun
5 Olahraga Tradisional Indonesia, Warisan Budaya yang Masih Bertahan Sampai Sekarang