Pertunjukan Teater Tradisional Indonesia yang Masih Bertahan Hingga Sekarang

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Rabu, 20 Agustus 2025 | 13:00 WIB
Pertunjukan wayang orang di Wayang Orang Bharata, Jakarta. (indoindians.com)
Pertunjukan wayang orang di Wayang Orang Bharata, Jakarta. (indoindians.com)

Saat ini lenong Betawi masih bisa ditonton di Setu Babakan, TMII, dan Taman Ismail Marzuki.

Baca Juga: Nawa Majika: Masuk ke Dunia Imersif Baru di Museum Mandiri, Selfie Dijamin Hits!

3. Ludruk
Dalam bahasa Jawa, ludruk artinya eskpresi rakyat kebanyakan.

Biasanya cerita pertunjukan dari Jawa Timur ini seputar masalah keseharian yang dialami rakyat.

Pemainnya menggunakan bahasa yang mudah dicerna, karena penontonnya sebagian besar rakyat jelata.

Di pertunjukan ludruk tradisional, semua peran, termasuk peran perempuan, dimainkan pemain laki-laki.

Baca Juga: Obat-obatan Penting yang Paling Wajib Dibawa Saat Traveling untuk Pertolongan Pertama

Mamanda, teater tradisional dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan, ini gabungan antara seni peran, tarian musik. (diskominfomc.kalselprov.go.id)

4. Mamanda
Teater tradisional dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan, ini gabungan antara seni peran, tarian musik.

Dalam setiap penampilan akan diiringi ermainan biola dan gendang. Pertunjukannya berbahasa Banjar.

Tema ceritanya mengambil dari cerita hikayat atau syair.

Beberapa cerita yang populer, u Syair Abdoel Moeloek, Seribu Satu Malam, Syair Siti Zubaidah, dan Hikayat Si Miskin.

Baca Juga: TinkerBell Garden: Taman Bunga ala Negeri Dongeng di Temanggung yang Bikin Cewek Betah Jepret

5. Dulmuluk
Seni teater ini berasal dari Palembang, Sumatera Selatan.

Dinamakan Dulmuluk lakon ini awalnya menggunakan cerita dari syair Abdul Dulmuluk.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini