Tanda-Tanda Dehidrasi Ringan yang Kerap Diremehkan, Dampaknya Berbahaya untuk Ginjal

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Minggu, 31 Agustus 2025 | 22:00 WIB
Ilustrasi - Kenali 7 tanda dehidrasi ringan yang sering diabaikan. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa memicu terbentuknya batu ginjal. (Freepik/jcomp)
Ilustrasi - Kenali 7 tanda dehidrasi ringan yang sering diabaikan. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa memicu terbentuknya batu ginjal. (Freepik/jcomp)

Bila cairan tubuh tidak segera diganti, kondisi ini dapat memperburuk konsentrasi urine dan meningkatkan risiko batu ginjal.

Baca Juga: PTPN IV Regional III Rangkul Ratusan Desa, Kemeriahan HUT RI di Riau Kian Berwarna

Mulut Kering dan Bau Napas Tidak Sedap

Ketika tubuh kekurangan cairan, produksi air liur ikut menurun. Akibatnya, mulut terasa kering dan bakteri berkembang lebih cepat, menimbulkan bau mulut yang tidak sedap.

Banyak orang mengira ini masalah kebersihan mulut semata, padahal bisa jadi tanda tubuh sedang dehidrasi.

Baca Juga: Water Blow Peninsula Nusa Dua Dibuka Lagi, Sajikan Atraksi Ombak Setinggi 8 Meter

Sakit Kepala Ringan atau Pusing

Aliran darah ke otak bisa terganggu saat tubuh kekurangan cairan. Hal ini menyebabkan sakit kepala ringan atau rasa pusing, terutama setelah lama tidak minum atau berada di bawah sinar matahari.

Kondisi ini bukan sekadar keluhan sementara, karena juga menandakan adanya gangguan sirkulasi cairan tubuh.

Baca Juga: Daftar Magang di PT Pupuk Kalimantan Timur, Dukung Program Makmur untuk Pertanian Berkelanjutan

Gangguan Pencernaan Seperti Konstipasi

Air memiliki peran penting dalam melunakkan feses dan memperlancar pencernaan. Saat tubuh kekurangan cairan, usus besar menyerap lebih banyak air dari sisa makanan, membuat feses menjadi keras.

Konstipasi akibat dehidrasi kerap dianggap biasa, padahal bisa menjadi sinyal bahwa tubuh sangat membutuhkan tambahan cairan.

Baca Juga: Ingin Menjelajah Laut tapi Tak Bisa Berenang? Cobain Sensasi Sea Walking di Bali!

Pentingnya Menjaga Hidrasi Tubuh

Dehidrasi ringan memang sering luput dari perhatian karena gejalanya tidak terlalu mengganggu aktivitas. Namun, jika terus dibiarkan, dampaknya dapat serius, termasuk terbentuknya batu ginjal.

Minum cukup air, sekitar dua liter per hari, merupakan langkah sederhana tapi penting untuk menjaga kesehatan organ vital dan mencegah komplikasi di masa depan. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini