3. Docang
Makanan khas Cirebon ini muncul abad 14, bersamaan dengan penyebaran agama Islam oleh Wali Songo.
Docang singkatan dari bodo (bacem oncom) dan kacang.
Konon docang pernah digunakan salah satu pangeran di Cirebon untuk meracuni Wali Song.
Ternyata itu tidak berpengaruh dan justru menjadi makanan favoritnya.
Baca Juga: Daya Pikat Kameoka, Kota Pingiran Kyoto yang Kadang Suka Terlewatkan
4. Dodol
Camilan manis dan lengket ini tercatat pada prasasti Alasanta dan Prasasti Sangguran pada masa Kerajaan Medang.
Disebutkan kalau dodol merupakan makanan yang dihidangkan khusus bagi para bangsawan.
Tidak hanya di Pulau Jawa, dodol kemudian menyebar ke seluruh wilayah Nusantara.
Fakta ini juga menunjukkan luasnya pengaruh Kerajaan Medang pada zaman dulu.
Baca Juga: Pantai Teluk Asmara, “Raja Ampat”-nya Malang yang Bikin Jatuh Hati
5. Coto Makassar
Ada sejak abad ke 16, coto Makassar merupakan makanan bangsawan dari Kerajaan Gowa.
Kuliner ini mendapat pengaruh dari Tiongkok yang sudah berniaga ke kawasan itu sejak lama.
Ini terlihat dari penggunaan sambal tauco sebagai salah satu bumbunya.***
Artikel Terkait
Ragam Nasi Kuning dari Indonesia, Warna Boleh Sama tapi Rasa Berbeda-beda
Ragam Pastri dan Kue Belanda yang Sudah Menjadi Bagian Kuliner Indonesia
Restoran Indonesia di Singapura, Dicari Pelancong +62, Disuka Warga Setempat dan Turis Internasional
5 Produk Makanan Indonesia yang Bisa Ditemukan di Supermarket di Amerika Serikat
Wisata Kuliner Jadi Magnet Utama, Indonesia Kini Masuk 5 Besar Favorit Asia