Tempat Wisata Gratis di Shanghai, Tiongkok, Sarat Keindahan dan Kekayaan Sejarah, Seni, Budaya

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Senin, 15 September 2025 | 18:30 WIB
Shanghai modern kini dipenuhi kantor bisnis, butik mewah, restoran bertaraf internasional, dan lain-lain. (Pexels/Ayala)
Shanghai modern kini dipenuhi kantor bisnis, butik mewah, restoran bertaraf internasional, dan lain-lain. (Pexels/Ayala)

Kabar BUMN - Berada di dekat pelabuhan, kota kedua terbesar di Tiongkok, Shanghai, menjelma menjadi pusat perniagaan.

Shanghai modern kini dipenuhi kantor bisnis, butik mewah, restoran bertaraf internasional, dan lain-lain.

Di antara kemewahan itu, masih bisa mendapati tempat wisata memesona di Shanghai, termasuk yang gratis.

Baca Juga: Menikmati Keindahan Taman Bunga Sambil Naik Wahana Seru di Flora Wisata San Terra, Tempat Liburan Keluarga di Malang yang Punya Fasilitas Lengkap

The Bund
The Bund menampilkan keindahan bangunan kolonial dan jadul di Shanghai.

Kawasan yang tercipta sejak tahun 1920-an ini dulu tempat perdagangan, finansial dan hotel.

Letaknya di pinggir Sungai Pudong. Tersedia pedestarian lebar yang membuat orang nyaman berjalan kaki.

Waktu terbaik ke The Bund di sore hari saat udara sejuk dan langit sedikit orange-merah.

Baca Juga: Nyore di Bukit Kosakora, Spot Sunset di Gunungkidul untuk Menikmati Panorama Samudera Hindia Saat Senja

Bagian dalam Shanghai Museum, yang terdiri atas empat lantai dengan koleksi dari era Dinasti Ming, Dinasti Qing dan Dinasti Han. (Tripadvisor/Simon Andas)

Shanghai Museum
Museum Shangai punya sekitar 40.000 koleksi penting yang rata-rata usianya sudah tua.

Museum terdiri atas empat lantai dengan koleksi dari era Dinasti Ming, Dinasti Qing dan Dinasti Han.

Museum dibagi atas 10 ruang eksebisi seni, empat ruang relik, dan tiga ruang eksebisi khusus.

Baca Juga: Tidak Hanya Satu Jenis, Sate Madura Ternyata Beragam, Kebanyakan Belum Populer di Daerah Lain

Koleksinya meliputi peralatan tembaga, keramik, koin kuno, artefak dari batu giok, dan kostum tradisional.

Masuk ke museum ini gratis, tetapi ada kuota harian. Sebaiknya datang sepagi mungkin.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: travelandleisureasia.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini