Kabar BUMN - Intermittent fasting (IF) atau pola makan dengan sistem puasa berselang belakangan ini semakin populer di Indonesia.
Banyak orang tertarik menjalankannya karena dinilai praktis dan efektif untuk menurunkan berat badan sekaligus menjaga kesehatan tubuh.
Namun, agar hasilnya maksimal, pola ini tidak bisa dilakukan sembarangan.
Baca Juga: 3 Bangunan Tua di Jakarta yang Baru Masuk dalam Daftar Cagar Budaya Jakarta
Menurut sejumlah ahli gizi, kunci sukses diet intermittent fasting bukan hanya soal menahan lapar, tetapi juga bagaimana menjaga kualitas makanan dan pola hidup secara keseluruhan.
Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:
1. Pilih Metode yang Sesuai dengan Aktivitas Harian
IF memiliki berbagai metode, seperti 16:8 (puasa 16 jam, makan 8 jam), 5:2 (puasa 2 hari, makan normal 5 hari), atau alternate day fasting.
Pilihlah metode yang realistis dan bisa diikuti konsisten, jangan memaksakan diri dengan pola ekstrem.
Baca Juga: 5 Langkah yang Harus Dilakukan Bila Terjebak Demonstrasi atau Kerusuhan di Tempat Liburan
2. Utamakan Makanan Bergizi Saat Waktu Makan
Meski memiliki waktu makan terbatas, bukan berarti bebas mengonsumsi apa saja.
Pastikan menu berisi protein, serat, lemak sehat, serta karbohidrat kompleks agar tubuh tetap bertenaga.
Artikel Terkait
Ragam Kuliner Wajib Dicicipi di Taiwan, Mudah Ditemukan Sampai di Level Kaki Lima
5 Langkah yang Harus Dilakukan Bila Terjebak Demonstrasi atau Kerusuhan di Tempat Liburan
3 Bangunan Tua di Jakarta yang Baru Masuk dalam Daftar Cagar Budaya Jakarta
Mau ke Bromo? Catat, Jalur Malang dan Pasuruan Ditutup Sementara Akhir September
Menelusuri Gua Rancang Kencono, Bekas Markas Tentara Kerajaan Mataram di Yogyakarta yang Ditumbuhi Pohon Berusia 200 Tahun