6. Jaga Kualitas Tidur
Tidur cukup berhubungan langsung dengan keseimbangan hormon.
Kurang tidur bisa meningkatkan hormon lapar (ghrelin) dan menurunkan hormon kenyang (leptin), sehingga berpotensi menggagalkan diet.
Baca Juga: 4 Tempat Wisata Terkenal di Asia yang Mengundang Penasaran Karena Diyakini Berhantu
7. Lakukan Secara Bertahap dan Konsisten
Tidak perlu langsung ekstrem.
Mulailah dengan pola sederhana, misalnya 12:12 (puasa 12 jam, makan 12 jam), lalu tingkatkan perlahan.
Konsistensi jauh lebih penting daripada hasil instan.
Baca Juga: 5 Macam Diet yang Cepat Menurunkan Berat Badan, Simak Cara Kerjanya
Ahli gizi juga mengingatkan bahwa intermittent fasting tidak cocok untuk semua orang.
Penderita diabetes, ibu hamil atau menyusui, serta individu dengan riwayat gangguan makan sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mencoba.
Dengan penerapan yang tepat, intermittent fasting bukan hanya membantu menurunkan berat badan, tetapi juga berpotensi meningkatkan sensitivitas insulin, memperbaiki metabolisme, hingga menjaga kesehatan jantung.***
Artikel Terkait
Ragam Kuliner Wajib Dicicipi di Taiwan, Mudah Ditemukan Sampai di Level Kaki Lima
5 Langkah yang Harus Dilakukan Bila Terjebak Demonstrasi atau Kerusuhan di Tempat Liburan
3 Bangunan Tua di Jakarta yang Baru Masuk dalam Daftar Cagar Budaya Jakarta
Mau ke Bromo? Catat, Jalur Malang dan Pasuruan Ditutup Sementara Akhir September
Menelusuri Gua Rancang Kencono, Bekas Markas Tentara Kerajaan Mataram di Yogyakarta yang Ditumbuhi Pohon Berusia 200 Tahun