Sejarah dan Ragam Mochi Jepang, Bentuknya Tidak Selalu Bulat

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Kamis, 9 Oktober 2025 | 15:30 WIB
Mochi isi pasta kacang merah paling umum dan mudah ditemukan di Jepang. (ledbestov.live)
Mochi isi pasta kacang merah paling umum dan mudah ditemukan di Jepang. (ledbestov.live)

Yatsuhashi
Yatsuhashi merupakan mochi berbentuk segitiga khas Kyoto yang sering untuk omiyage atau oleh-oleh.

Bahan dasarnya beras ketan juga, tapi dibentuk menjadi lembaran yang kemudian dilipat segitiga.

Isi yatsuhashi beragam, paling umum kayu manis dan pasta kacang merah.

Ada dua jenis Yatsuhashi, yaitu empuk, dan yang dipanggang dengan tekstur lebih keras.

Baca Juga: Rute Kereta Wisata Jakarta-Sukabumi-Cianjur Dibuka, Ini Tempat Wisata di Dekat Stasiun Sukabumi

Gohei mochi bisa ditemukan di Prefektur Chubu, Nagano, dan Gifu. (eats.jp)

Gohei mochi
Mochi jenis ini bisa ditemukan di Prefektur Chubu, Nagano, dan Gifu.

Diperkirakan gohei mochi sudah muncul sejak zaman Edo sekitar abad 17.

Dulu ini dijadikan camilan para pemburu, penebang kayu, dan orang yang mencari nafkah di gunung.

Mochinya dibuat pipih segi empat dan diberi tusuk kayu. Setelah itu diberi saus miso dan dipanggang.

Baca Juga: 6 Cara yang Bisa Dilakukan Agar Tidak Kelaparan di Pesawat

Hishi mochi selalu disajikan pada perayaan Hina Matsuri atau Festival Anak Perempan atau festival boneka. (info.hasegawaeiga.com)

Hishi mochi
Dalam bahasa Jepang hishi artinya berlian.

Ini merujuk pada bentuk hishi mochi yang seperti berlian dengan tiga lapisan warna berbeda-beda.

Hishi mochi selalu disajikan pada perayaan Hina Matsuri atau Festival Anak Perempan atau festival boneka.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: byfood.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini