Ini dilakukan sebagai ucapan syukur atas hasil panen sekaligus memohon berkat untuk tahun berikutnya.
Baca Juga: Gurun Pelawan Namang, Eksotisme yang Pernah Viral Kini Menunggu Sentuhan Baru
Karena itu juga, Festival Pasola diawali dengan upacara nyale atau mencari cacing laut yang menjadi tanda musim tanam.
Salah satu puncak Festival Pasola adalah pertarungan dengan tombak kayu sambil menunggang kuda.
Permainan ini dilakukan warga dari empat desa di Kabupaten Sumba Barat.
Yaitu, Gaura, Kodi, Lamboya, dan Wonokaka.
Baca Juga: Tebet Eco Park, Oase Hijau di Tengah Hiruk Pikuk Ibu Kota
3. Festival Lompat Batu
Tradisi lompat batu merupakan salah satu tradisi masyarakat Nias yang sangat ditunggu-tunggu.
Karena itu juga, kemudian dijadikan sebagai festival khusus bagi wisatawan.
Tradisi lompat batu sudah berlangsung ratusan tahun dan menjadi bagian dari ritual kedewasaan.
Tradisi ini menunjukan seorang anak laki-laki siap menjadi pria yang bertanggung jawab.
Baca Juga: 10 Link Twibbon Hari Sumpah Pemuda 2025: Rayakan Semangat dengan Gaya Kekinian
Saat festival, seorang pemuda akan melompati batu besar setinggi 2,1 meter tebal 40 centimeter.
Dibutuhkan keahlian khusus untuk bisa melompatinya.
Artikel Terkait
5 Atraksi Budaya yang Unik dari Suku-suku di Indonesia, Cerminan Nilai-nilai Luhur dan Identitas Bangsa
Terlempar ke Masa Lalu di Desa Wisata Sade, Desa Adat Suku Sasak yang Berumur 1.500 Tahun
Ragam Kain Tenun dari 4 Daerah dan Suku di Flores, Masing-masing dengan Keunikan dan Karakternya
Upacara Adat Suku Tengger yang Menarik Perhatian Orang Karena Unsur Mistismenya yang Kuat
Upacara Adat Beberapa Suku Bangsa di Indonesia yang Menjadi Atraksi Wisata Karena Keunikannya