Setelah kafe kembali buka, selera pecinta kopi sedikit bergeser.
Beberapa pecinta kopi membutuhkan kopi yang diracik dengan cara manual karena memberikan pengalaman berbeda.
Dari sini konsep slow bar muncul. Orang rela menghabiskan waktu lebih lama menunggu kopinya diracik.***
Artikel Terkait
Kopi Lelet, Tradisi Minum Kopi Dibarengi Kebiasaan Merokok yang Unik di Lasem, Jawa Tengah
Es Kopi Gerobak Semakin Menjamur, Ini yang Banyak Dipilih Pembeli
Bali Pulina, Gianyar, Kafe yang Hadirkan Pengalaman Minum Kopi yang Sempurna
3 Kedai Kopi Legendaris di Palembang, Pelanggannya Selalu Ada yang Baru
Spot Baru di Baturraden! Kebun Bunga Matahari Layana Kopi Bikin Netizen Terpikat
Ngopi Gratis Sambil Kenali Budaya Osing di Festival Kopi Sepuluh Ewu