Baca Juga: Napak Tilas Pertempuran yang Menjadi Cikal Bakal Hari Pahlawan di Museum 10 November Surabaya
3. Sambal tempong
Sambal ini populer di Banyuwangi. Dalam bahasa Osing, tempong artinya dipukul atau ditumbuk.
Ini mengacu pada proses pembuatan sambal yang ditumbuk.
Racikan sambal tempong terdiri atas cabai rawit, terasi bakar, bawang merah, bawang putih, tomat, garam dan jeruk nipis.
Sambal tempong tidak cepat basi karena itu dulu sering dijadikan bekal petani dan nelayan yang melaut.
Baca Juga: Inspirasi Ucapan Hari Pahlawan untuk Caption Instagram, Rayakan Semangat Perjuangan pada 10 November
4. Sambal petis
Selain jadi bahan rujak cingur dan lontong balap, petis juga dijadikan sambal. Sambal ini populer di Surabaya.
Petis terbuat dari udang atau ikan yang diambil sarinya dengan cara direbus.
Setelah itu dimasak sampai kental dan ditambahkan garam dan gula merah.
Sementara sambal petis terbuat dari petis, cabai merah, bawang merah, dan bawang putih.
Baca Juga: Daftar Makanan dan Minuman yang Disarankan Dikonsumsi Saat Cuaca Panas Ekstrem
5. Sambal bawang
Sambal ini populer di seluruh wilayah Jawa Timur.
Racikannya sangat sederhana yaitu cabai rawit, bawang putih, garam dan minyak goreng yang panas.
Biasanya sambal bawang sering dijadikan campuran untuk ayam penyet.
Artikel Terkait
5 Jenis Sambal dari Indonesia Timur, Beberapa Rasanya Pedas Menyegarkan, Lainnya Sangat Pedas
Tidak Cuma Sambal Matah, Bali Punya Beragam Jenis Sambal Pedas Lain yang Bisa Membakar Lidah
Mencicipi Beragam Sambal Khas Nusantara, Sajikan Kekayaan Rasa Pedas dari Sabang sampai Merauke
Keragaman Sambal Khas Belitung, dari Sambal Rusip Sampai Sambal Serai
Ragam Sate dari Sulawesi, Bahan Bakunya Manfaatkan Kekayaan Lautnya, Bumbunya dari Sambal yang Sudah Populer