Pandangan Salah Tentang Stroke, Salah satunya Stroke Juga Bisa Dialami Remaja

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Selasa, 30 Mei 2023 | 13:30 WIB
Ilustrasi. Stroke juga dapat menyerang orang muda dan remaja. (David Garrison/Pexels)
Ilustrasi. Stroke juga dapat menyerang orang muda dan remaja. (David Garrison/Pexels)

Kabar BUMN - Data kesehatan dunia tahun 2019 mencatat, stroke adalah salah satu penyebab kematian global. Paling tidak 11% kematian di dunia disebabkan penyakit ini.

Ada tiga jenis penyakit stroke. Tipe pertama dan diderita sekitar 78% penderita stroke adalah ischemic stroke. Kondisi ini terjadi ketika aliran darah dari arteri yang membawa oksigen ke otak terblokir.

Jenis kedua adalah hemorrhagic stroke yaitu stroke yang disebabkan oleh pecahnya arteri dalam otak dan menyebkan kerusakan jaringan-jaringan di sekitarnya.

Baca Juga: 8 Kebiasaan Sehari-hari yang Ternyata Bisa Mengasah Kreativitas

Jenis ketiga adalah transient ischemic attact atau yang sering dikenal dengan sebutan ministroke. Kondisi ini terjadi ketika aliran darah ke otak terblokir sementara, biasanya tidak lebih dari lima menit.

Walau sudah banyak orang tahu apa itu penyakit stroke tetapi masih banyak beberapa pandangan yang salah soal penyakit ini. Kenali lebih lanjut agar terhindar dari stroke.

Baca Juga: Terapkan 4 Kebiasaan Minum Ini Agar Tidur Jadi Lebih Nyenyak

1. Stroke ada hubungannya dengan masalah jantung
Walau pun stroke sering berkaitan dengan penyakit jantung tetapi stroke terjadi di otak. Bukan di jantung.

Stroke terjadi karena adalah penyumbatan atau arteri dan pembuluh darah yang pecah di otak, dan bukan di jantung.

Beberapa orang sering mengira stroke terjadi karena adanya penyumbatan aliran darah di jantung.

Baca Juga: Cara Mudah Tanamkan Kebiasaan Gemar Membaca Buku kepada Anak, Bisa Jadi Bekal Untuk Masa Depan Cerah

2. Stroke tidak dapat dicegah
Beberapa faktor risiko yang menyebabkan stroke termasuk di antaranya darah tinggi, merokok, kolesterol, diabetes, dan trauma pada bagian kepala dan leher.

Penyakit ini sangat berhubungan dengan gaya hidup. Dengan berolah raga teratur dan makan yang sehat bisa mengurangi risiko stroke.

3. Stroke bukan penyakit turunan
Penyakit turunan seperti diabetes, darah tinggi, dan penyakit cardiovaskular lainnya secara tidak langsung memperbesar risiko seseorang menderita stroke. Penting bagi setiap keluarga menjelaskan soal faktor-faktor tersebut pada anggota keluarga.

Baca Juga: Lemak Perut Dijamin Luntur, Terapkan 4 Kebiasaan Minum Ini di Pagi Hari

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: direktorat pai

Tags

Artikel Terkait

Terkini