4.Stroke tidak bisa disembuhkan
Perawatan gawat darurat stroke dengan suntikan untuk mencegah penggumpalan darah atau operasi bedah bisa membalikkan gejala-gejala stroke pada pasien.
Terutama bila pasien tiba di rumah sakit cukup awal. Ini biasanya dalah hitungan menit atau jam setelah gejala muncul.
Semakin lama gejala berakhir, semakin kecil kemungkinan penyembuhannya. Karena itu, sangat penting mengetahui sedari dini gejala-gejala stroke.
Baca Juga: 5 Buah Beku Terbaik untuk Penderita Diabetes, Bagus untuk Kontrol Gula Darah
Misalnya, kesulitan berbicara, pandangan memudar, rasa kebas dan tidak bisa bergerak.
Ambulans harus segera dipanggil untuk membawa pasien ke rumah sakit agar mendapatkan penanganan yang cepat.
5. Stroke terjadi pada orang tua
Umur merupakan faktor yang ikut menentukan seseorang berisiko pada stroke.
Baca Juga: Cegah Penuaan, 5 Jus Ini Bisa Buat Wajah Awet Muda
Risiko stroke meningkat dua kali lipat setiap 10 tahun, setelah orang berusia 55 tahun. Namun, stroke juga bisa diderita mereka yang berumur di bawah 65 tahun.
Data tahun 2013 menunjukan sekitar 15% mereka yang menderita ischemic stroke terbilang dewasa muda dan remaja.
6. Ministroke tidak terlalu berbahaya
Istilah ministroke sering disalahpahami. Banyak orang mengira stroke kecil ini kecil risikonya.
Baca Juga: Ini Alasan Kenapa Mengkonsumsi Terlalu Banyak Gula Berbahaya
Ministroke adalah jenis sementara dari ischemic attact. Dengan kata lain, kalau dibiarkan akan bisa menjadi stroke juga.
Mini stroke perlu mendapatkan penanganan cepat untuk mencegah jadi stroke yang lebih berbahaya.***
Artikel Terkait
Jenis Olahraga yang Ampuh untuk Turunkan Koleterol
Hati-Hati Heat Stroke Akibat Suhu Panas Terlalu Tinggi
4 Olahraga Sederhana yang Baik Untuk Kesehatan Jantung dan Paru-Paru
7 Ciri-ciri Serangan Stroke yang Masih Jarang Orang Ketahui
Jarang Diketahui, Ternyata Vitamin K Dapat Kontrol Gula Darah dan Cegah Diabetes
Beberapa Gejala Stroke yang Harus Anda Waspadai