Es matoa
Matoa disebut juga kelengkengnya Papua. Ukurannya sedikit lebih besar dari kelengkeng.
Untuk membuatnya matoa dikupas dan bijinya dibuang.
Setelah itu disiram atau dituangkan ke sirup cocopandan atau air gula.
Sering ditambahkan isi lain, seperti cincau, kolang kaling, jeli, dan biji selasih.
Baca Juga: Waspada Musim Hujan, Panduan Mengemudi Aman di Jalan Tol Menjelang Libur Akhir Tahun
Swansrai
Swansrai merupakan minuman hasil fermentasi khas daerah Biak, Supiori dan Numfor.
Dalam bahasa Biak, swan artinya air dan srai artinya kelapa. Air kelapanya yang sudah tua.
Swansrai mengandung kadar alkohol sekitar 20-30%. Rasanya tajam dan sedikit pahit.
Dihidangkan di batok kelapa, swansrai dulu dihidangkan sebagai penghormatan pada kaum tetua.
Baca Juga: Hidden Gem Banda Neira: Tanjung Seram dengan Lanskap yang Unik dan Fotogenik
Jus buah merah
Buah merah salah satu buah khas Papua yang dianggap buah ajaib karena punya banyak khasiat.
Buah ini baik untuk mengatasi peradangan, hipertensi, dan meningkatkan imunitas tubuh.
Buah merah bisa dimakan begitu saja atau dijadikan jus. Rasanya manis dan gurih.
Dagingnya kaya serat. Orang sering menyamakan buah merah dengan buah naga tapi lebih manis.***
Artikel Terkait
Keragaman Kuliner Papua yang Didominasi Olahan Ikan, Nomor Enam Termasuk Ekstrem di Indonesia
Awas Bahaya Malaria, Penyakit Endemik yang Masih Mengintai di Papua
Hewan Langka dari Papua, Dilindungi Karena Jumlahnya yang Makin Sedikit dan Tidak Hidup di Daerah Lain
3 Tempat Makan Papua di Jakarta, Memuaskan Kerinduan Pada Papeda
Mengenal Cita Rasa Asli Timur Indonesia: Makanan Khas Papua yang Unik dan Menggugah Selera