Kabar BUMN - Di tahun 2025, sempat tren kolaborasi antara brand makanan dengan selebriti.
Lalu, kuliner khas Asia yang diberi sentuhan internasional, seperti matcha latte, sate wagyu, dan bakso dengan keju leleh.
Untuk tahun 2026, tren makanan diperkirakan masih sedikit mirip.
Orang akan banyak menginovasikan kuliner lokal dengan level dan cita rasa internasional.
Swangy dan swavory
Kecenderungan masyarakat modern adalah tidak mau terpaku pada rasa yang itu-itu saja.
Orang berusaha mencampur-campurkan lebih dari dua rasa untuk menciptakan satu rasa baru.
Di 2024 dan 2025 sempat tren mencampurkan rasa manis dan pedas atau swicy (sweet and spicy).
Baca Juga: Kompetisi Maraton Internasional yang Menjual Pemandangan Indah di Sepanjang Rute Lari
Di tahun 2026 diprediksi akan ada lebih banyak rasa yang dicampur.
Di antaranya, swangy (sweet, spicy dan tangy/asam) dan swavory (sweet, spicy, dan savory/gurih).
Perpaduan rasa ini diyakini akan menimbulkan minat sebagian besar pecinta kuliner baru.
Mengutamakan tekstur
Menikmati kuliner tidak melulu soal rasa yang lezat.
Tekstur makanan pun sering jadi pertimbangan orang memilih satu kuliner.
Artikel Terkait
Slow Living di Akhir Pekan Lagi Tren, Ini Beberapa yang Bisa Dilakukan untuk Menerapkannya
Mulai Marak Tren Slow Travel, Tren Baru Traveling yang Mengutamakan Kualitas
Jangan Ketinggalan Tren Marathon, Ini yang Perlu Dipersiapkan Bagi Pemula yang Ingin Ikutan
Spearfishing, Tradisi Menombak Ikan di Laut Sekarang Menjadi Tren Olahraga Baru
Fakta Menarik Slow Bar, Tren Baru Menghidangkan Segelas Kopi dengan Konsep Lebih Lambat dan Personal
Quietcation, Tren Wisata Terbaru Jelang Akhir 2025 dengan Konsep Mencari Ketenangan