Ragam Efek Psikologis dan Fisik Setelah Menempuh Penerbangan Jarak Jauh

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Kamis, 18 Desember 2025 | 22:00 WIB
Ilustrasi. Banyak orang sering mengeluh mengalami kelelahan mental dan fisik bila habis naik pesawat. (Pixabay/wal_172619)
Ilustrasi. Banyak orang sering mengeluh mengalami kelelahan mental dan fisik bila habis naik pesawat. (Pixabay/wal_172619)

Kabar BUMN - Banyak orang sering mengeluh mengalami kelelahan mental dan fisik bila habis naik pesawat.

Ini mungkin sekali terjadi.

Terlebih bagi orang yang melakukan penerbangan jarak jauh di atas tiga jam bahkan sampai 12 jam.

Berikut beberapa efek psikologis dan fisik untuk memahami kondisi tubuh dengan lebih baik lagi.

Baca Juga: Jelang Hari Ibu, Ini Kumpulan Ucapan Bahasa Inggris dan Terjemahannya

Hypoxia
Ini kondisi di mana jaringan tubuh tidak menerima oksigen dengan baik.

Ciri-cirinya pusing, kelelahan, dan gangguan fungsi kognitif akibat kekurangan kadar oksigen di ketinggian tertentu.

Biasanya pada ketinggian di atas 910 meter. Semakin tinggi posisi pesawat, semakin rendah kadar oksigen.

Dan semakin lama seseorang di dalam pesawat, semakin berkurang oksigen dalam tubuh yang terdistribusi dengan baik.

Baca Juga: Tiga Destinasi Favorit di Malaysia yang Wajib Masuk Itinerary Liburan Akhir Tahun

Kelelahan mental
Masalah kelelahan mental sering dialami kabin crew dan penumpang pesawat perjalanan jalan jauh.

Ciri-cirinya susah tidur, sudah istirahat tapi tubuh tetap lelah, sulit fokus.

Sampai gangguan kemampuan kognitif, sukar mengambil keputusan, dan sedikit linglung.

Kelelahan mental yang berkepanjangan bisa memengaruhi kesehatan dalam jangka panjang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: readyfortakeoffbook.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini