Baca Juga: Suasana Meriah Menjelang Tahun Baru, 3 Tempat Populer di Singapura Ini Wajib Dikunjungi
Kelebihan ramen di Harukiya ada pada kuah ramen yang menggunakan 20 bahan.
Kuah direbus berjam-jam dengan menggunakan campuran tulang ayam dan tulang babi.
Tak lupa ditambahkan niboshi (sejenis sarden kering). Mienya model mie keriting yang dibuat sendiri.
Baca Juga: Ide Destinasi Libur Nataru di Solo, Menyusuri Jejak Budaya Jawa di Pura Mangkunegaran
3. Sairaiken
Ramen ini berada di Yoga, Tokyo, sebuah kawasan pemukiman yang tenang.
Selain warga lokal, jarang orang yang tahu tentang Sairaiken sudah berdiri sejak tahun 1955.
Dulunya Sairaiken hanya buka pada hari Sabtu, tapi sekarang di hari biasa pun buka.
Jam operasionalnya terbatas hanya pada jam makan siang saja jadi selalu ramai dan mengantre.
Kuah ramennya gurih karena dibuat dari tulang ayam, tulang babi, ikan dan sejumlah sayuran.
Pelanggan bisa memilih dua jenis ramen yaitu shoyu (kuah soy sauce) dan shio (kuah asin).
Baca Juga: Prediksi Tren Traveling Tahun 2026, Beberapa yang Sudah Tren di 2025 Masih Lanjut
4. Kiraku
Restoran di Shibuya, Tokyo, ini tidak hanya populer di kalangan warga Tokyo tapi juga turis lokal dan mancanegara.
Kiraku berdiri sejak 1950. Karena berada di daerah turis, menunya tertulis dalam bahasa Jepang dan Inggris.
Artikel Terkait
5 Variasi Ramen yang Menyegarkan, Perbedaannya di Bahan Dasar Kuah dan Tekstur Mie
5 Tempat Makan Ramen Halal di Tokyo, Rasanya Sama Lezat dan Otentiknya dari yang Lainnya
4 Restoran Ramen Halal di Osaka, Jepang, Rasa Tetap Otentik dan Tentu Lezat
Ramen-ramen Unik yang Harusnya Paling Mudah Ditemukan di Jepang, Tidak di Tempat Lain
Beragam Olahan Mie dari Jepang, Lebih dari Sekadar Ramen
Fakta dan Sejarah Ramen, Mie Berkuah Asal Jepang yang Sudah Mendunia