Ini tidak lepas dari proses revitalisasi di kawasan Nakazakicho di tahun 2000-an.
Baca Juga: Lelah yang Terbayarkan, Ini Tempat Joging di Bali dengan Pemandangan Indah dan Udara Segar
Sejumlah rumah kayu dan juga nagaya direnovasi dan dimudakan kembali.
Ada yang tetap menjadi rumah tinggal, tidak sedikit yang diubah menjadi kafe, restoran, atau toko.
Revitalisasi ini perlahan membuat Nakazakicho berubah jadi kawasan wisata dan hiburan.
Baca Juga: Peralatan Travel Canggih yang Wajib Dimiliki Traveler di Tahun 2026
Toko-toko unik
Akitivitas favorit di Nakazakicho adalah berjalan kaki menyusuri jalan-jalan kecil.
Sebagian besar bangunannya mempertahankan bangunan kayu sehingga hadirkan kesan masa lalu yang kuat.
Beberapa sudut dihiasi dengan mural-mural aestetik yang bagus sebagai spot swafoto.
Baca Juga: Resolusi Tahun Baru 2026: Pentingkah dan Bagaimana Cara Membuatnya?
Kalau ingin belanja, bisa masuk ke toko-toko indie unik.
Ada juga sejumlah toko lungsur atau thrift shop yang rata-rata menjual produk fashion.
Lalu toko kerajinan tangan, seperti toko lilin hias berbentuk hewan atau toko souvenir bertema kelinci.
Baca Juga: Jalan-jalan ke Tanjung katong, Singapura, Kawasan yang Kental dengan Nuansa Tradisional Peranakan
Surga pecinta seni
Nakazakicho juga menjadi kawasan favorit para pecinta seni.
Artikel Terkait
Fakta dan Sejarah Ramen, Mie Berkuah Asal Jepang yang Sudah Mendunia
5 Jenis Teh yang Dianggap Paling Aneh di Jepang, Tidak Semua Orang Suka
Ragam Jenis Roti Khas Bakeri Jepang, Kombinasi Barat dan Timur Menghasilkan Keunikan Rasa dan Tekstur
Produk Matcha Bubuk Asli Produksi Jepang, Kualitas Premium dan Rasa Memuaskan
Kembali ke Masa-masa Jepang Pasca Perang Dunia di Shinsekai, Osaka, Kawasan Jadul dengan Nuansa 1950-an
Hidangan Penutup Atau Dessert Populer di Jepang yang Sebenarnya Bukan Asli dari Jepang