Kabar BUMN - Saat traveling ke Jepang, kunjungan ke kuil wajib masuk dalam daftar karena akan berikan pengalaman tersendiri.
Meskipun boleh dikunjungi orang luar, jangan abaikan fakta kalau kuil merupakan tempat ibadah.
Pahami etika mengunjungi kuil untuk menghormati umat yang beribadah di tempat tersebut.
Dan juga agar tidak sampai mempermalukan diri sendiri.
Dua jenis kuil
Secara umum di Jepang ada dua jenis kuil, yaitu kuil Buddha dan kuil Shinto (agama asli Jepang).
Perbedaannya tampak pada bentuk bangunannya.
Kuil Shinto dilengkapi torii gate atau pintu masuk berbentuk dua tiang dengan palang melengkung.
Baca Juga: Saatnya Liburan, Payday Sale Taman Safari Bogor Tawarkan Paket Lengkap
Satu kuil shinto biasanya ditujukkan untuk menghormati satu dewa.
Itu bisa dilihat dari bentuk patung-patung yang menjadi simbol atau dipasang di kuil.
Sementara kuil Buddha tidak punya gerbang masuk, tetapi di depan bangunan terpasang patung Sang Buddha.
Baca Juga: Catat dari Sekarang, Kalender Event Balap dan Sport Tourism Mandalika Sepanjang 202B
Berpakaian sopan
Kebebasan berbusana saat traveling tidak berlaku saat wisata ke tempat ibadah, termasuk kuil.
Artikel Terkait
Etika Makan di Jepang, Hampir Tidak Ada yang Sama dengan Tata Krama di Indonesia
Etika yang Harus Diperhatikan Saat Menggunakan Toilet Pesawat
Etika Makan di Pesawat Terbang, Salah Satu Cara Menghargai Penumpang Lain
Etika Memasak di Hostel Backpacker dengan Dapur dan Peralatan Bebas Pakai
Pelancong Asal Indonesia Harus Tahu, Ini Etika Menaiki Kereta di Jepang
Tips dan Etika Saat Bekerja WFC, Utamanya Lebih ke Menghargai Lingkungan dan Orang Lain