Etika yang Wajib Diingat dan Dilakukan Ketika Mengunjungi Kuil di Jepang

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Senin, 26 Januari 2026 | 21:00 WIB
Pahami etika mengunjungi kuil untuk menghormati umat yang beribadah di tempat tersebut. (Pexels/Ito Junichi)
Pahami etika mengunjungi kuil untuk menghormati umat yang beribadah di tempat tersebut. (Pexels/Ito Junichi)

Karenanya perhatikan busana yang dikenakan ketika berkunjung ke kuil.

Jangan menggunakan baju terlalu terbuka seperti celana pendek, kaos tanpa lengan atau sandal jepit.

Kalau sedang mengenakan busana terbuka, tutupi dengan jaket, pasmina, dan syal.

Baca Juga: Burger Lokal yang Populer di Jakarta, Lezat dengan Paduan Bahan-bahan Pilihan

 

Penyucian diri
Bila berkunjung ke Kuil Shinto jangan lupa melakukan penyucian diri.

Di dekat pintu masuk tersedia sumber mata air atau air mancur dengan gayung dari kayu.

Ambil air secukupnya, tuangkan pada tangan kiri dulu, kemudian ke tangan kanan.

Setelah itu sedikit basuh mulut.

Baca Juga: Bukan Sekadar Museum, Benteng Vredeburg Tawarkan Aktivitas Seharian

Aturan di area berdoa
Di kuil Shinto terdapat hall utama di mana para dewa tinggal dan kotak tempat orang melempar uang.

Kotak disediakan bagi orang yang ingin mengucapkan permintaan.

Sebelum berdoa atau mengucapkan permintaan, jangan lupa menarik tali lonceng di atas kotak.

Baca Juga: Kuliner Khas Manokwari, Beberapa Unik dan Berbeda dari Kuliner Papua Lainnya

Tepuk tangan sebanyak tiga kali sebelum mengucapkan permintaan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: japan-guide.com, Japantravel.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini