Karenanya perhatikan busana yang dikenakan ketika berkunjung ke kuil.
Jangan menggunakan baju terlalu terbuka seperti celana pendek, kaos tanpa lengan atau sandal jepit.
Kalau sedang mengenakan busana terbuka, tutupi dengan jaket, pasmina, dan syal.
Baca Juga: Burger Lokal yang Populer di Jakarta, Lezat dengan Paduan Bahan-bahan Pilihan
Penyucian diri
Bila berkunjung ke Kuil Shinto jangan lupa melakukan penyucian diri.
Di dekat pintu masuk tersedia sumber mata air atau air mancur dengan gayung dari kayu.
Ambil air secukupnya, tuangkan pada tangan kiri dulu, kemudian ke tangan kanan.
Setelah itu sedikit basuh mulut.
Baca Juga: Bukan Sekadar Museum, Benteng Vredeburg Tawarkan Aktivitas Seharian
Aturan di area berdoa
Di kuil Shinto terdapat hall utama di mana para dewa tinggal dan kotak tempat orang melempar uang.
Kotak disediakan bagi orang yang ingin mengucapkan permintaan.
Sebelum berdoa atau mengucapkan permintaan, jangan lupa menarik tali lonceng di atas kotak.
Baca Juga: Kuliner Khas Manokwari, Beberapa Unik dan Berbeda dari Kuliner Papua Lainnya
Tepuk tangan sebanyak tiga kali sebelum mengucapkan permintaan.
Artikel Terkait
Etika Makan di Jepang, Hampir Tidak Ada yang Sama dengan Tata Krama di Indonesia
Etika yang Harus Diperhatikan Saat Menggunakan Toilet Pesawat
Etika Makan di Pesawat Terbang, Salah Satu Cara Menghargai Penumpang Lain
Etika Memasak di Hostel Backpacker dengan Dapur dan Peralatan Bebas Pakai
Pelancong Asal Indonesia Harus Tahu, Ini Etika Menaiki Kereta di Jepang
Tips dan Etika Saat Bekerja WFC, Utamanya Lebih ke Menghargai Lingkungan dan Orang Lain