Cara Menghindari Rekan Kerja yang Toksik di Kantor

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Senin, 9 Februari 2026 | 21:00 WIB
Ilustrasi. Lingkungan kerja toksik, di mana karyawan lebih memilih bisik-bisik di belakang, saling sindir, atau bahkan mencela secara terbuka.  (Yan Krukau/Pexels)
Ilustrasi. Lingkungan kerja toksik, di mana karyawan lebih memilih bisik-bisik di belakang, saling sindir, atau bahkan mencela secara terbuka. (Yan Krukau/Pexels)

Buat batasan yang jelas
Sifat negatif atau toksik sering menular.

Semakin sering orang bergaul dengannya, tanpa disadari bisa terbawa jadi orang toksik juga.

Karena itu, batasi pertemanan seminimal mungkin.

Baca Juga: Taman Tins Green Garden Foresttree Dibuka untuk Umum, Alternatif Wisata Keluarga di Tengah Kota Pangkalpinang

Fokus saja pada pekerjaan, jangan ikut mendengarkan atau mengomentari ucapan rekan kerja toksik.

Bila diajak mengobrol atau melakukan sesuatu, tolak dengan sopan.

Di luar jam kerja pun hindari untuk berkomunikasi, termasuk saat makan siang atau ngopi bareng.

Baca Juga: Lepaskan Penat dan Stres di Playground untuk Orang Dewasa, Kembali ke Masa Kanak-kanak

Bentuk persekutuan dengan teman
Menghindari orang toksik kadang tidak bisa sendiri.

Cari teman yang satu vibe atau satu energi untuk menghalau rekan kerja yang toksis tersebut.

Kumpulkan beberapa teman yang dirasa sejalan.

Baca Juga: Alternatif Olahraga Bagi Pelari Kalcer untuk Mempertahankan Stamina di Musim Hujan

Bila memungkinkan pastikan ia jadi bagian tim kerja sehingga mudah dalam menyelesaikan satu projek di kantor.

Mencari sekutu bisa juga dilakukan pada divisi atau departemen lain.

Jaring relasi sebanyak mungkin dengan orang-orang yang satu frekuensi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: forbes.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini