Tips Aman Puasa untuk Penderita GERD, Perhatikan Pola Makanmu

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Kamis, 26 Februari 2026 | 17:00 WIB
Menjalani puasa memang membawa banyak manfaat bagi tubuh dan mental. Namun bagi kamu yang memiliki riwayat GERD atau asam lambung naik, momen ini bisa menjadi tantangan tersendiri.  (Freepik/benzoix)
Menjalani puasa memang membawa banyak manfaat bagi tubuh dan mental. Namun bagi kamu yang memiliki riwayat GERD atau asam lambung naik, momen ini bisa menjadi tantangan tersendiri. (Freepik/benzoix)

 

Kabar BUMN - Menjalani puasa memang membawa banyak manfaat bagi tubuh dan mental. Namun bagi kamu yang memiliki riwayat GERD atau asam lambung naik, momen ini bisa menjadi tantangan tersendiri.

Tanpa pengaturan pola makan yang tepat, gejala seperti perih, mual, hingga sensasi terbakar di dada bisa kembali muncul.

Kondisi GERD terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan akibat melemahnya katup bagian bawah esofagus. Saat puasa, perubahan jadwal makan membuat lambung perlu beradaptasi. Karena itu, penting bagi kamu untuk lebih cermat memilih kebiasaan saat sahur dan berbuka.

Baca Juga: 5 Menu Tradisional untuk Berbuka Puasa di Negara-negara Timur Tengah

Perhatikan Porsi, Jangan Berlebihan

Salah satu kesalahan paling umum adalah makan dalam jumlah besar sekaligus saat berbuka. Padahal, porsi yang terlalu banyak dapat membuat lambung bekerja lebih keras dan memicu produksi asam berlebih.

Berdasarkan studi dari National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases tahun 2014, porsi kecil dengan sekitar enam suapan per sesi makan dapat membantu proses cerna berjalan lebih optimal.

Dengan cara ini, tekanan pada lambung bisa diminimalkan dan risiko kambuhnya GERD lebih terkendali.

Baca Juga: TASPEN Perkuat Sinergi Kearsipan, IndonesiaRe Lakukan Benchmark di Kantor Pusat

Hindari Menu Pemicu Asam Lambung

Pilihan makanan saat sahur dan berbuka sangat menentukan kondisi lambungmu. Makanan tinggi lemak, terlalu pedas, asam, atau digoreng berlebihan dapat memicu iritasi.

Selain itu, konsumsi daging berlemak, produk susu yang tidak berlabel lactose free, serta minuman berkafein juga sebaiknya dibatasi. Jenis makanan tersebut diketahui dapat memengaruhi kerja katup esofagus bagian bawah sehingga memudahkan asam lambung naik.

Baca Juga: ASDP Pastikan Pengembalian Selisih Tarif bagi Pembeli Tiket Sebelum Diskon Lebaran

Jangan Makan Terlalu Cepat

Setelah seharian berpuasa, rasa lapar sering membuat kamu ingin makan dengan cepat. Padahal kebiasaan ini justru menyulitkan sistem pencernaan dalam mengurai makanan.

Penelitian dalam Jurnal United European Gastroenterology menunjukkan bahwa makan terlalu cepat dapat meningkatkan rasa tidak nyaman pada perut. Cobalah mengunyah makanan sebanyak 20 hingga 30 kali sebelum menelannya agar proses cerna lebih maksimal.

Baca Juga: Lawan Ngantuk Saat Puasa, 7 Tips Tetap Produktif Seharian Tanpa Kopi

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini