Kabar BUMN - Rasa haus saat puasa itu wajar. Aktivitas tetap jalan, cuaca kadang terik, sementara tubuh tidak mendapat asupan cairan selama belasan jam.
Namun, ada kalanya rasa haus terasa berlebihan, bahkan baru siang sudah ingin menyerah.
Di titik ini, biasanya bukan cuma soal “kurang minum”, tapi soal cara tubuh menyimpan cairan.
Baca Juga: Hangatnya Ramadan, PT Timah Berbagi Kebersamaan di Panti Asuhan Al Khoiriyah
Tubuh kita menyerap air secara bertahap, bukan sekaligus. Jadi ketika berbuka langsung minum banyak dalam waktu singkat, sebagian cairan justru cepat terbuang.
Hasilnya, pagi terasa segar, tapi menjelang siang tenggorokan kembali kering.
Supaya rasa haus lebih terkendali, ada beberapa hal sederhana yang bisa dicoba:
Baca Juga: Catat Kinerja Impresif, Regional 4 Indonesia Timur Bukukan Cost Optimization US Juta Sepanjang 2025
Pertama, ubah ritme minum.
Daripada menghabiskan banyak gelas sekaligus saat berbuka, coba bagi porsinya.
Misalnya dua gelas saat berbuka, lanjut perlahan setelah makan malam, dan tutup dengan dua gelas saat sahur. Pola seperti ini memberi waktu tubuh menyerap cairan dengan lebih optimal.
Baca Juga: Fitur Baru BYOND by BSI Perkuat Layanan E-Commerce, Transaksi Melonjak 122 Persen
Kedua, perhatikan isi piring.
Cairan tidak hanya datang dari air putih. Buah seperti semangka, melon, atau jeruk punya kandungan air tinggi yang membantu menjaga hidrasi lebih lama.
Menu berkuah seperti sup atau sayur bening juga bisa jadi pilihan aman, terutama saat sahur.
Baca Juga: Lonjakan 15 Persen Diprediksi, ASDP Matangkan Layanan Mudik Lebaran 2026 di Kepulauan Riau
Artikel Terkait
Resep Kolak Pisang Legit dan Harum untuk Menu Berbuka Puasa di Rumah
Kenapa Kurma Selalu Jadi Pilihan Utama Saat Berbuka Puasa?
Tetap Fokus Saat Interview di Bulan Ramadan, Ini Tips Jitu Agar Jawaban Lancar dan Percaya Diri Walau Sedang Puasa
Puasa Jalan Terus, Energi Jangan Putus: Tips Simpel Tetap Fit di Ramadan 1447 H
Strategi Tidur di Bulan Ramadan, Rahasia Tetap Bugar dan Fokus Tanpa Mengantuk Saat Puasa