Masih Sering Haus Saat Puasa? Bisa Jadi Bukan Karena Kurang Minum

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Senin, 2 Maret 2026 | 15:30 WIB
Ilustrasi (Freepik)
Ilustrasi (Freepik)

Kabar BUMN - Rasa haus saat puasa itu wajar. Aktivitas tetap jalan, cuaca kadang terik, sementara tubuh tidak mendapat asupan cairan selama belasan jam.

Namun, ada kalanya rasa haus terasa berlebihan, bahkan baru siang sudah ingin menyerah.

Di titik ini, biasanya bukan cuma soal “kurang minum”, tapi soal cara tubuh menyimpan cairan.

Baca Juga: Hangatnya Ramadan, PT Timah Berbagi Kebersamaan di Panti Asuhan Al Khoiriyah

Tubuh kita menyerap air secara bertahap, bukan sekaligus. Jadi ketika berbuka langsung minum banyak dalam waktu singkat, sebagian cairan justru cepat terbuang.

Hasilnya, pagi terasa segar, tapi menjelang siang tenggorokan kembali kering.

Supaya rasa haus lebih terkendali, ada beberapa hal sederhana yang bisa dicoba:

Baca Juga: Catat Kinerja Impresif, Regional 4 Indonesia Timur Bukukan Cost Optimization US Juta Sepanjang 2025

Pertama, ubah ritme minum.

Daripada menghabiskan banyak gelas sekaligus saat berbuka, coba bagi porsinya.

Misalnya dua gelas saat berbuka, lanjut perlahan setelah makan malam, dan tutup dengan dua gelas saat sahur. Pola seperti ini memberi waktu tubuh menyerap cairan dengan lebih optimal.

Baca Juga: Fitur Baru BYOND by BSI Perkuat Layanan E-Commerce, Transaksi Melonjak 122 Persen

Kedua, perhatikan isi piring.

Cairan tidak hanya datang dari air putih. Buah seperti semangka, melon, atau jeruk punya kandungan air tinggi yang membantu menjaga hidrasi lebih lama.

Menu berkuah seperti sup atau sayur bening juga bisa jadi pilihan aman, terutama saat sahur.

Baca Juga: Lonjakan 15 Persen Diprediksi, ASDP Matangkan Layanan Mudik Lebaran 2026 di Kepulauan Riau

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novia

Sumber: indonesiabaik.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini