Jjambong
Jjambong sering menjadi menu saat cuaca dingin karena pedas dan berkuah.
Kuliner Korea yang dipengaruhi kuliner Tiongkok ini berupa sup mi.
Mie ditambahkan beragam boga bahari, mulai dari udang, gurita, sampai kerang.
Bumbunya chili oil, gochujang, dan gochugaru. Kuahnya berwarna merah dan gurih.
Baca Juga: Kampung Muslim di Bali, Sudah Ada sejak Zaman Majapahit
Donkkaseu
Menu dari daging babi ini mirip dengan katsu Jepang tapi rasanya sangat pedas.
Daging babi dilumuri tepung roti, digoreng, setelah itu dicelupkan pada saus gravy pedas.
Salah satu rumah makan di Seoul menawarkan menu Onnuriye Donkatsu atau donkatsu kematian.
Donkkaseunya terkenal paling pedas, sampai-sampai minumnya harus susu untuk membasuh rasa pedas.
Baca Juga: Mudik Lebaran 2026 Naik Motor? Ini Persiapan Penting yang Wajib Kamu Lakukan
Galbijjim
Menu ini cukup populer di Indonesia dan mudah ditemukan di banyak restoran Korea.
Galbijjim sejenis semur iga yang sering dihidangkan untuk acara spesial, seperti ulang tahun dan tahun baru.
Iga dimasak dengan slow-cooker selama beberapa jam dibumbui gojuchang dan gochugaru.
Setelah empuk baru ditambah aneka sayuran, kacang-kacangan, dan jamur.***
Artikel Terkait
Roti dan Pastry yang Direkomendasikan di Bakeri Khas Korea Selatan, Selain Salt Bread
Keliling Tempat-tempat Wisata Gratis di Seoul untuk Menghemat Budget Jalan-jalan di Korea Selatan
5 Minuman Tradisional Korea yang Menyehatkan, Ada yang Cocok untuk Udara Dingin
Museum Paling Unik di Korea Selatan, Merangsang Otak Menikmati Pengetahuan dengan Cara yang Berbeda
Uniknya Pesta Barberque ala Korea Selatan untuk Pesta Tahun Baru di Rumah
Produk Mie Instan Korea Selatan yang Halal dan Paling Populer