Proses pembuatannya dilakukan di Dusun Pendowo, Desa Bragolan, Kecamatan Purwodadi.
Jaraknya sekitar 11 kilometer dari masjid.
Bedug berdiameter depan 194 sentimeter, diameter belakang 180 sentimeter, dan panjang 292 sentimeter.
Berkat ukurannya itu, bedug Pendowo dinobatkan sebagai bedug terbesar di Indonesia dan juga dunia.
Baca Juga: Keindahan Songket Khas Desa Sukarara, Lombok, Satu Kain dengan Beragam Pesona
Dari kulit banteng
Saat ini bedug pendowo menjadi salah satu benda bersejarah yang dilindungi.
Bentuknya masih terjaga baik. Kecuali kulit bagian depan - area memukul bedug.
Dulu bagian tersebut menggunakan kulit banteng yang ditempel dengan paku kayu.
Kulit ini kemudian diganti dengan kulit sapi jantan tahun 1936.
Baca Juga: Anti Kalap, Simak 6 Tips Bijak Berburu Takjil Saat Ramadan
Jumlah paku di bagian depan sebanyak 120 buah dan paku di bagian belakang 98 buah.
Pada bagian tengah bedug sengaja dipasang gong.
Tujuannya agar saat bedug dipukul bisa menimbulkan gema dan terdengar ke seluruh penjuru desa.
Baca Juga: Rekomendasi Kuliner di Pasar Baru Bandung, di Kios Atau Gerobak Tetap Diantre
Saat ini bedug diletakkan di serambi Masjid Agung Purworejo dan jarang digunakan lagi.
Artikel Terkait
Masjid Tertua di Jakarta, Umurnya Sudah Lebih dari 250 Tahun
Masjid Tjia Kang Ho, Didirikan Keturunan Tionghoa dan Bangunannya Sering Dikira Klenteng
Serasa di Turki dan India, Ini Deretan Masjid Unik di Indonesia
Dibangun 400 Tahun Lalu, Masjid Jami Baitul Muttaqin, Magelang, Dipercaya Dibangun Hanya dalam Satu Hari
Fakta Menarik Bedug, Ternyata Ada Peran Besar Laksamana Cheng Ho dalam Penyebarannya di Pulau Jawa
Bedug Tertua di Indonesia, Umurnya Lebih dari 200 Tahun