Sejarah Panjang Bedug Pendowo di Masjid Agung Purworejo, Terbesar di Dunia, Hasil Sayembara

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Selasa, 10 Maret 2026 | 08:30 WIB
Bedug Pendowo, disebut juga bedug Kyai Bagelen, dibuat atas prakarsa bupati pertama di Purworejo. (budayapurworejo.blogspot.com)
Bedug Pendowo, disebut juga bedug Kyai Bagelen, dibuat atas prakarsa bupati pertama di Purworejo. (budayapurworejo.blogspot.com)

Proses pembuatannya dilakukan di Dusun Pendowo, Desa Bragolan, Kecamatan Purwodadi.

Jaraknya sekitar 11 kilometer dari masjid.

Bedug berdiameter depan 194 sentimeter, diameter belakang 180 sentimeter, dan panjang 292 sentimeter.

Berkat ukurannya itu, bedug Pendowo dinobatkan sebagai bedug terbesar di Indonesia dan juga dunia.

Baca Juga: Keindahan Songket Khas Desa Sukarara, Lombok, Satu Kain dengan Beragam Pesona

Sekarang bedug Pendowo, Purworejo, hanya dibunyikan pada momen khusus seperti hari raya dan hari kemerdekaan Indonesia. (Youtube/@diannovriandini7394)

Dari kulit banteng
Saat ini bedug pendowo menjadi salah satu benda bersejarah yang dilindungi.

Bentuknya masih terjaga baik. Kecuali kulit bagian depan - area memukul bedug.

Dulu bagian tersebut menggunakan kulit banteng yang ditempel dengan paku kayu.

Kulit ini kemudian diganti dengan kulit sapi jantan tahun 1936.

Baca Juga: Anti Kalap, Simak 6 Tips Bijak Berburu Takjil Saat Ramadan

Jumlah paku di bagian depan sebanyak 120 buah dan paku di bagian belakang 98 buah.

Pada bagian tengah bedug sengaja dipasang gong.

Tujuannya agar saat bedug dipukul bisa menimbulkan gema dan terdengar ke seluruh penjuru desa.

Baca Juga: Rekomendasi Kuliner di Pasar Baru Bandung, di Kios Atau Gerobak Tetap Diantre

Saat ini bedug diletakkan di serambi Masjid Agung Purworejo dan jarang digunakan lagi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini