Kabar BUMN - Lebaran identik dengan beragam hidangan lezat yang menggoda selera.
Mulai dari opor ayam, rendang, hingga aneka kue kering, semuanya tersaji melimpah di meja makan.
Namun di balik kelezatannya, beberapa makanan khas Lebaran ternyata dapat memicu kenaikan berat badan jika dikonsumsi secara berlebihan.
Tak sedikit orang yang menyadari timbangan mereka naik setelah perayaan Idulfitri.
Hal ini biasanya dipicu oleh konsumsi makanan tinggi kalori, lemak, dan gula yang sulit dihindari saat momen silaturahmi.
Karena itu, penting untuk mengetahui jenis makanan Lebaran yang sebaiknya dibatasi agar berat badan tetap terjaga.
Baca Juga: Panduan Shalat Idul Fitri: Bacaan Niat Imam, Makmum, dan Cara Melaksanakannya
1. Opor Ayam dengan Santan Kental
Opor ayam hampir selalu menjadi menu wajib saat Lebaran.
Hidangan ini memang lezat, tetapi penggunaan santan kental membuat kandungan lemaknya cukup tinggi.
Jika dikonsumsi berlebihan, santan dapat meningkatkan asupan kalori secara signifikan.
Untuk mengurangi risiko kenaikan berat badan, sebaiknya konsumsi opor ayam dalam porsi kecil dan imbangi dengan sayuran.
Baca Juga: Presale Lebaran Waterboom Jogja Dibuka, Main Air Hemat Sekaligus Gratis Museum Air
2. Rendang yang Tinggi Lemak
Rendang dikenal sebagai salah satu makanan terenak di dunia.
Namun proses memasaknya yang menggunakan santan dan dimasak lama membuat kandungan lemaknya cukup tinggi.
Artikel Terkait
Sejarah Panjang Bedug Pendowo di Masjid Agung Purworejo, Terbesar di Dunia, Hasil Sayembara
Panduan Niat Sholat Lailatul Qadar untuk Menghidupkan 10 Malam Terakhir Ramadan
Kuliner Jawa Tengah dengan Bahan Lontong, Sudah Ada Sejak Abad 15
Presale Lebaran Waterboom Jogja Dibuka, Main Air Hemat Sekaligus Gratis Museum Air
Panduan Shalat Idul Fitri: Bacaan Niat Imam, Makmum, dan Cara Melaksanakannya