Bahan utama berupa benang-benangnya yang dipintal dan diberi warna dulu.
Setelah dijemur beberapa lama baru digulung dan dipasang pada alat tenun. Baru mulai menenun.
Proses menenun membutuhkan waktu panjang.
Ini karena benang harus ditata sedemikian rupa untuk membentuk pola yang sudah ditentukan.
Baca Juga: Harga Tiket Terbaru Taman Sari Jogja 2026, Liburan Sejarah yang Tetap Ramah di Kantong
Menyesuaikan dengan pasar
Tenun Troso Jepara punya ciri khas pada motifnya.
Ada yang motif geometris, motif non geometris, seperti flora - fauna, dan motif kontemporer.
Masyarakat di Desa Troso tidak terlalu kaku pada aturan motif yang digunakan.
Baca Juga: Bacaan Niat Sholat Lailatul Qadar Lengkap 2 & 4 Rakaat Ramadan 2026
Mereka terbuka pada motif modern dan sesuai pesanan pelanggan. Beberapa motif mengikuti tren juga.
Tak heran bisa ditemukan juga motif dan corak tenun Bali karena banyak pesanan dari daerah tersebut.
Hasil tenunan selain dijual di Bali juga dipasarkan di Jakarta dan Surabaya.
Baca Juga: Minimarket yang Menawarkan Minuman Kopi Murah Tapi Rasanya Tidak Kalah dari Kafe
Selain bisa melihat proses pembuatannya, di Desa Troso orang bisa membeli langsung hasil tenunannya.
Artikel Terkait
Jepara Punya Wisata Lain Selain Pantai, Ini Daftar Rekomendasinya!
Mudik ke Jepara Jangan Lupa Bawa Oleh-Oleh Khasnya
Kuliner Jepara Kesukaan RA Kartini, Dulu Hanya untuk Bangsawan, Kini Siapa pun Bisa Menikmatinya
Menelusuri Jejak Kartini di Jepara, Berikut Rekomendasi 5 Destinasi Wisata Edukatif yang Menarik Dikunjungi
Brantas Abipraya Mengembangkan Sungai Wulan, Atasi Banjir dan Dukung Pertanian di Kudus, Demak, dan Jepara
Pantai Ujung Piring, Surga Tersembunyi di Jepara untuk Menikmati Senja