Kabar BUMN - Di malam takbiran, sebagian besar umat Islam akan berkeliling kota sambil mengumandangkan doa.
Takbiran merupakan bagian dari tradisi budaya dan spiritual umat Islam di seluruh dunia.
Tradisi ini muncul sejak zaman Nabi Muhammad yang kemudian diadaptasi masing-masing negara.
Ini fakta menarik seputar takbiran.
Baca Juga: Twibbon Hari Raya Nyepi 2026, Ini 10 Desain yang Bisa Diunduh Gratis
Selesai Perang Badar
Tradisi takbiran tidak lepas dari sejarah perkembangan agama di Timur Tengah.
Takbir pertama dikumandangkan Nabi Muhammad SAW setelah memenangkan Perang Badar.
Berdasarkan kitab Fathul Bari karya Ibnu Hajar Al-Asqalani, takbir itu dikumandangkan bersama 313 sahabatnya.
Tradisi ini dilanjutkan Umar bin Khattab yang menetapkannya bagian resmi penyambutan Idul Fitri di Madinah.
Baca Juga: Gamat Bay, Teluk Cantik di Nusa Penida yang Menawarkan Pesona Pantai dan Keindahan Bawah Laut
Manuskrip warisan Dinasti Umayyah tahun 705 M juga mencatat ritual takbiran Idul Fitri di Masjid Damaskus.
Bila awalnya mengumandangkan takbir sebagai ucapan rasa syukur atas kemenangan perang.
Setelah itu, takbir dikumandangkan di Idul Fitri sebagai ucapan kemenangan setelah berpuasa sebulan penuh.
Ini juga bentuk ucapa syukur atas kemudahan selama ibadah puasa.
Artikel Terkait
Fakta Unik Tradisi Sungkem Masyarakat Indonesia di Hari Raya Idul Fitri
Lebih dari Hidangan Wajib, Ini Fakta dan Sejarah Penyajian Opor Ayam di Hari Raya Idul Fitri
Tradisi Perayaan Idul Fitri di Arab Saudi, Tidak Terlalu Jauh Berbeda dengan Indonesia
Panduan Shalat Idul Fitri: Bacaan Niat Imam, Makmum, dan Cara Melaksanakannya
Ide Ucapan Menyambut Idul Fitri 2026 dalam Bahasa Inggris untuk Sahabat, Lengkap dengan Artinya