Lebih dari Hidangan Wajib, Ini Fakta dan Sejarah Penyajian Opor Ayam di Hari Raya Idul Fitri

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Senin, 31 Maret 2025 | 07:00 WIB
Lebih dari sekedar sajian pelengkap ketupat, ternyata opor ayam punya sejarah dan fakta menarik. (frisianflag.com)
Lebih dari sekedar sajian pelengkap ketupat, ternyata opor ayam punya sejarah dan fakta menarik. (frisianflag.com)

Kabar BUMN - Masa boleh berganti, tren pun selalu ada yang baru, tetapi menyajikan opor ayam di Idul Fitri sulit tergantikan.

Di hari raya Idul Fitri, tidak salah bila dibilang hampir setiap rumah menyajikan opor ayam.

Lebih dari sekedar sajian pelengkap ketupat, ternyata opor ayam punya sejarah dan fakta menarik.

Baca Juga: Fakta Unik Tradisi Sungkem Masyarakat Indonesia di Hari Raya Idul Fitri

1. Sudah ada sejak abad 15
Diperkirakan menu opor ayam muncul sejak abad 15-16.

Kuliner ini hasil modifikasi dari gulai dan kari yang sebelumnya sudah populer di Pulau Sumatra.

Kari sendiri mendapat pengaruh kuliner India, yang dibawa masuk pedagang dari negara tersebut ke Sumatra.

Baca Juga: Kue Kering Indonesia yang Diadopsi dari Belanda, Biasa Disajikan di Hari Raya, Termasuk Idul Fitri

Berbeda dengan orang Sumatra yang suka pedas dan rempah, orang Jawa lebih suka rasa manis.

Karena itu, bumbu kari dikreasikan ulang sesuai lidah lokal.

Opor tetap menggunakan sejumlah rempah, meskipun tidak sebanyak gulai, dan tanpa cabai.

Opor hanya menggunakan bawang merah, bawang putih, kemiri dan kunyit.

Baca Juga: Lengkapi Hidangan Khas Idul Fitri dengan Satu-Dua Hidangan Menyehatkan Penyeimbang Kolesterol dan Lemak

2. Kuah kuning dan kuah putih
Awalnya kuah opor berwarna kuning pekat karena menggunakan kunyit di dalamnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini