Fakta dan Sejarah Menarik Tradisi Takbiran, Diawali dari Kegembiraan Memenangkan Perang

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Rabu, 18 Maret 2026 | 07:00 WIB
Di malam takbiran, sebagian umat Islam akan berkeliling kota sambil mengumandangkan doa. (Yusuf Wahil/AP Photo via aljazeera.com)
Di malam takbiran, sebagian umat Islam akan berkeliling kota sambil mengumandangkan doa. (Yusuf Wahil/AP Photo via aljazeera.com)

Baca Juga: Hindari Suasana Canggung, Ini Daftar Pertanyaan Sensitif yang Sebaiknya Tak Dilontarkan Saat Lebaran

Dibawa pedagang Gujarat
Tradisi takbiran dibawa ke Nusantara oleh pedagang Gujarat di abad ke 13, yang datang lewat pelabuhan Samudra Pasai.

Tradisi ini kemudian diikuti Kesultanan Demak.

Dalam Babad Demak tercatat Kesultanan Demak melakukan ritual takbir sejak tahun 1475.

Adanya Wali Songo yang berdakwah di Pulau Jawa, membuat takbiran meluas ke seluruh pulau.

Baca Juga: Libur Lebaran 2026: Annual Pass THR TMII, Masuk Berkali-kali Cuma 1 Tiket!

Awalnya takbihan hanya dilakukan dalam lingkungan sekitar masjid dan belum berkeliling.

Di masa kolonial Belanda, tradisi takbiran juga dibatasi. Tidak boleh lebih dari 50 orang.

Namun masyarakat tidak kehabisan akal.

Mereka melakukan takbiran dari rumah ke rumah secara bergiliran.

Baca Juga: 7 Hidangan Lebaran yang Selalu Hadir di Meja Makan

Takbir keliling kampung
Tradisi parade keliling desa dimulai tahun 1950-an.

Pada masa itu orang takbiran membawa alat musik dan obor bambu.

Suasana takbir bertambah riuh rendah setelah adanya sound system tahun 1970-an.

Baca Juga: Mudik Lebih dari 15 Jam? Ini Tips Ampuh Agar Kamu Tidak Jenuh di Perjalanan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: timesindonesia.co.id, lajupeduli.org

Tags

Artikel Terkait

Terkini