Ini Kuliner dari Berbagai Negara yang Masuk Dalam Warisan Budaya Tak Benda UNESCO

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Minggu, 29 Maret 2026 | 11:30 WIB
Lavash, roti pipih tak beragi dari Amernia, dimatangkan dengan ditempelkan di dinding panggangan keramik yang ditanam di bawah tanah.   (Facebook/Unseen Destinations)
Lavash, roti pipih tak beragi dari Amernia, dimatangkan dengan ditempelkan di dinding panggangan keramik yang ditanam di bawah tanah. (Facebook/Unseen Destinations)

Topping ini terbuat dari susu kerbau, tomat san marzano, basil, dan ekstra virgin olive oil.

Untuk memanggangnya harus di oven kayu, Neapolitan pizzaiuolo, dengan suhu sekitar 800 derajat Fahrenheit.

Dengan spesifikasi seperti ini tidak heran kalau rasa neapolitan pizza lezat dan berbeda dengan pizza lainnya.

Baca Juga: Malam Ini di TMII: Kecak Glow in The Dark Tampil Lebih Magis

Hawker Singapura
Hawker di Singapura merupakan salah satu budaya makan komunitas yang umurnya setua negara Singapura.

Konsep ini juga yang membuatnya masuk dalam daftar warisan budaya tak benda yang dilindungi.

Keunikan hawker ini adanya satu ruangan besar dengan meja-meja kecil dan konter-konter makanan tradisional.

Hawker Singapura tidak sekadar tempat makan tetapi juga tempat orang-orang bersosialisasi.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: guide.michelin.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini