Kolintang
Alat musik yang terbuat dari kayu ini berasal dari Minahasa, Sulawesi Utara.
Kolintang mendapat pengakuan dari UNESCO pada tanggal 5 Desember 2025.
Kolintang terdiri atas bilah-bilah kayu yang diambil dari jenis kayu yang ringan tapi kuat.
Baca Juga: Lebih Tenang dari Pangandaran, Pantai Batu Karas Jadi Favorit Surfer
Misalnya kayu telur, kayu wenuang atau kayu cempaka.
Cara memainkannya tidak bisa sendirian melainkan harus bersama-sama.
Ini karena satu kolintang memberikan satu nada bunyi saja.
Alat musik ini digunakan dalam setiap upacara adat, perkumpulan, atau untuk mengiringi tari dan lagu.
Baca Juga: Taman Nasional Komodo Masuk Daftar Tempat Terindah Dunia 2026, Ini Daya Tarik yang Bikin Mendunia
Angklung
Diperkirakan angklung sudah ada sejak abad ke 12 pada masa Kerajaan Sunda.
Zaman dulu angklung dimainkan pada upacara penanaman padi atau masa panen.
Cara memainkannya sangat sederhana, yakni dengan menggoyang-goyangkannya.
Untuk menghasilkan harmoni suara yang indah, angklung harus dimainkan secara bersama-sama.
Baca Juga: Terbang Pakai Garuda, Lanjut Seru-seruan di Trans Studio dan Snow World dengan Diskon Menarik
Artikel Terkait
3 Perairan di Indonesia yang Memungkinkan Orang Melihat Paus Langka
Brand Batik Premium Indonesia, Hadirkan Beragam Inovasi Desain dengan Kualitas Terbaik
7 Spot Diving Terbaik di Indonesia, Surga Wisata Bawah Laut yang Diakui Dunia
Situs Prasejarah di Indonesia dengan Lukisan Gua yang Umurnya Puluhan Ribu Tahun
4 Taman Nasional yang Jadi Habitat Hewan Langka Khas Indonesia, Salah Satunya Sudah Mendunia
5 Biji Kopi Indonesia yang Diminati Pasar Internasional, Kunci Keunggulannya di Rasanya yang Khas