Karakter dan Ciri Rekan Kerja Toxic yang Perlu Diwaspadai

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Jumat, 17 April 2026 | 21:00 WIB
Ilustrasi. Lingkungan kerja toxic, di mana karyawan lebih memilih bisik-bisik di belakang, saling sindir, atau bahkan mencela secara terbuka.  (Yan Krukau/Pexels)
Ilustrasi. Lingkungan kerja toxic, di mana karyawan lebih memilih bisik-bisik di belakang, saling sindir, atau bahkan mencela secara terbuka. (Yan Krukau/Pexels)

Kabar BUMN - Di masa ini kemungkinan adanya rekan kerja yang menyebalkan dan toxic di tempat kerja sangat besar.

Ini tidak lepas dari pengaruh budaya kerja kompetitif, kurangnya dukungan manajemen, dan beban kerja tinggi.

Rekan kerja toxic ini berdampak negatif pada kesehatan mental, produktivitas, serta kebahagiaan lainnya.

Rekan kerja toxic ini punya beberapa ciri utama, berikut beberapa di antaranya.

Baca Juga: Ragam Jenis Daun untuk Pembungkus Makanan, Alternatif Pengganti Plastik yang Lebih Ramah Lingkungan

Menusuk dari belakang
Rekan kerja toxic acap bersikap sangat ramah dan baik hati di depan orang.

Setelah memeroleh kepercayaan dan mendengar banyak info, ia sangat bisa menusuk dari belakang.

Dari mencuri ide, menerima pujian atas keberhasilan orang, dan menyebarkan masalah pribadi seseorang pada lainnya.

Orang ini jangan dijauhi tapi diwaspadai. Ketika ia bertanya atau mengajak diskusi kerjaan, jawab seperlunya saja.

Baca Juga: Panduan Seharian Mengunjungi Kompleks Angkor Wat di Kamboja, dari 70 Candi Utamakan yang Penting Saja

Menguras energi
Orang yang toxic bisa menyedot energi orang lain. Biasanya lewat sikap atau omonggannya.

Ia selalu melihat dunia secara negatif, banyak mengeluh, dan membanding-bandingkan dengan orang lain.

Semua obrolannya mengindikasikan suasana yang berat dan muram.

Sebaiknya jaga jarak. Ketika ia sudah mulai mengeluh, alihkan dengan obrolan lain yang ringan atau lucu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini