Kabar BUMN - Geopark Ijen selama ini dikenal luas karena fenomena Blue Fire yang ikonik dan kawah asamnya yang dramatis.
Namun kawasan ini sebenarnya menyimpan lanskap yang jauh lebih kompleks, mulai dari pegunungan, hutan, hingga wilayah pesisir yang saling terhubung.
Keunikan inilah yang membuat Ijen terus diperjuangkan dalam status UNESCO Global Geopark dengan target Green Card sebagai pengakuan dunia.
Ijen Bukan Sekadar Blue Fire
Ijen sering hanya diasosiasikan dengan fenomena api biru yang menyala di malam hari.
Padahal, kawasan ini adalah sistem alam utuh yang mencakup ekosistem gunung, hutan, hingga pesisir yang hidup berdampingan dengan aktivitas masyarakat lokal. Inilah yang menjadikan Ijen lebih dari sekadar destinasi wisata visual.
Baca Juga: Sering Bekerja di Depan Komputer, Benarkah Bisa Memicu Saraf Kejepit?
Fenomena Geologi Kelas Dunia
Salah satu daya tarik utama Ijen adalah kawah asam terbesar di dunia yang menjadi laboratorium alam bagi para peneliti.
Di sisi lain, Blue Fire di Ijen merupakan fenomena langka akibat pembakaran gas belerang yang muncul secara konsisten sepanjang tahun.
Kondisi ini membuatnya berbeda dari lokasi lain seperti Islandia, yang kemunculan fenomena serupa tidak selalu stabil dan bergantung pada aktivitas geotermal tertentu.
Dari Puncak Gunung ke Pesisir Teluk Pang-Pang
Keunikan Geopark Ijen tidak berhenti di area kawah. Perjalanan wisata dapat berlanjut hingga Teluk Pang-Pang, kawasan pesisir yang dipenuhi hutan mangrove.
Di sini, keterlibatan masyarakat lokal dalam menjaga ekosistem pesisir menjadi bukti bahwa konservasi berjalan beriringan dengan kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: PDC Perkuat Sistem Kepatuhan demi Menjaga Keberlanjutan Bisnis
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Artikel Terkait
Jaga Warisan Budaya, Pertamina Hulu Mahakam Dukung Prasasti Yupa Menuju Memori Dunia UNESCO
4 Kota di Asia yang Masuk Daftar City of Gastronomy oleh UNESCO
4 Tempat Kuliner di Macau, Salah Satu Kota yang Dinobatkan City of Gastronomy oleh UNESCO
Ini Kuliner dari Berbagai Negara yang Masuk Dalam Warisan Budaya Tak Benda UNESCO
3 Alat Musik Tradisional Indonesia yang Mendapat Pengakuan dari UNESCO