Ragam Makanan Probiotik Asli Indonesia yang Mudah Didapat di Pasar Tradisional

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Senin, 4 Mei 2026 | 15:30 WIB
Ilustrasi. Tempe terbuat dari kacang kedelai yang difermentasi dengan bakteri baik, bifidobacterium, dan lactobachillus.  (Freepik/KamranAydinov)
Ilustrasi. Tempe terbuat dari kacang kedelai yang difermentasi dengan bakteri baik, bifidobacterium, dan lactobachillus. (Freepik/KamranAydinov)

Tapai singkong bisa dinikmati begitu saja atau diolah menjadi gorengan atau colenak.

Baca Juga: Songgoriti Hot Springs, Pemandian Air Panas yang Dulu Lokasi Para Mpu Mencuci Pusaka Suci

Tapai ketan
Tapai ketan terbuat dari beras ketan putih atau beras ketan hitam yang diberi ragi.

Biasanya tapai ketan dibungkus daun pisang dan dibiarkan selama 2-3 hari.

Setelah itu teksturnya akan menjadi lembut dan berair. Rasanya manis dan asam.

Selain dimakan begitu saja, tapai ketan biasa diolah untuk minuman atau dimakan dengan ketan uli.

Baca Juga: 5 Langkah Mengatasi Stres Setelah Terkena PHK dan Menganggur

Dadiah adalah susu kerbau yang difermentasi. Biasa disajikan dengan beras ketan atau ampiang. (Flickr/d1nda)

Dadiah
Makanan probiotik dari Sumatra Barat ini sering disebut yoghurt Minang.

Daerah yang terkenal dengan dadiahnya kawasan segitiga Agam, Tanah Datar dan Lima Puluah Koto.

Dadiah terbut dari susu kerbau yang difermentasi dalam batang bambu. Prosesnya sekitar 24-48 jam.

Tekstur susu kemudian akan mengental dan berwarna putih kekuningan.

Baca Juga: Cara Menyeduh Kopi dengan Metode V60, Mudah Dilakukan di Rumah, Rasanya Tak Kalah dengan Seduhan Kafe

Brem
Brem khas Madiun, Jawa Timur. Dibuat dari sari tapai ketan putih yang dicetak dalam wadah.

Proses pembuatan brem cukup lama karena beras ketan putih harus difermentasi selama seminggu.

Bentuknya panjang seperti balok dan berwarna kekuningan. Cita rasanya asam dan manis.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini