Kabar BUMN - Menjalankan ibadah haji membutuhkan kondisi fisik yang prima.
Selain aktivitas ibadah yang padat, jamaah juga harus menghadapi suhu panas ekstrem di Tanah Suci yang bisa mencapai lebih dari 40 derajat Celsius pada siang hari.
Kondisi tersebut membuat risiko dehidrasi menjadi salah satu masalah kesehatan yang paling sering dialami jamaah haji.
Kurangnya cairan tubuh tidak boleh dianggap sepele.
Dehidrasi dapat menyebabkan tubuh lemas, pusing, sulit berkonsentrasi, hingga meningkatkan risiko gangguan kesehatan serius seperti heat exhaustion dan heat stroke.
Karena itu, menjaga tubuh tetap terhidrasi menjadi hal penting agar jamaah dapat menjalankan rangkaian ibadah dengan nyaman dan aman.
Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan jamaah untuk menjaga kebutuhan cairan tubuh selama berada di Tanah Suci.
Baca Juga: Rekomendasi Tempat Makan Soto di Magelang yang Sudah Melegenda, Tinggal Pilih Soto Ayam atau Sapi
1. Minum Air Secara Rutin, Jangan Tunggu Haus
Rasa haus sering kali menjadi tanda tubuh sudah mulai kekurangan cairan.
Karena itu, jamaah dianjurkan untuk minum air putih secara rutin meski belum merasa haus.
Idealnya, jamaah mengonsumsi setidaknya dua hingga tiga liter air per hari, terutama saat banyak beraktivitas di luar ruangan.
Membawa botol minum pribadi juga sangat membantu agar jamaah lebih mudah memenuhi kebutuhan cairan kapan saja.
Baca Juga: Cara Menentukan Niche yang Tepat agar Konten Cepat Viral di Media Sosial
2. Manfaatkan Air Zamzam dengan Bijak
Air zamzam menjadi salah satu sumber cairan yang mudah ditemukan selama di Makkah maupun Madinah.
Artikel Terkait
3 Jenis Sate Ponorogo, Tampilan Serupa, Racikannya Berbeda
Isi Liburan Keluarga di Jungleland, Ada Bonus Gratis Main untuk yang Ulang Tahun
Ragam Makanan Probiotik Asli Indonesia yang Mudah Didapat di Pasar Tradisional
Rekomendasi Tempat Makan Soto di Magelang yang Sudah Melegenda, Tinggal Pilih Soto Ayam atau Sapi
Cara Menentukan Niche yang Tepat agar Konten Cepat Viral di Media Sosial