Kabar BUMN - Ibadah haji menjadi momen spiritual yang dinantikan jutaan umat Muslim dari seluruh dunia.
Namun di balik kekhusyukan beribadah di Tanah Suci, jemaah juga harus mewaspadai ancaman cuaca ekstrem yang dapat memicu heat stroke atau serangan panas.
Suhu udara di Arab Saudi saat musim haji dapat mencapai lebih dari 45 derajat Celsius.
Baca Juga: Tribune Lantern Borobudur 2026, Cara Nyaman Menikmati Pelepasan Lampion Waisak
Kondisi ini membuat jemaah, terutama lansia dan mereka yang memiliki penyakit penyerta, berisiko mengalami gangguan kesehatan akibat paparan panas berlebih.
Heat stroke merupakan kondisi darurat medis ketika suhu tubuh meningkat drastis dan tubuh kehilangan kemampuan untuk mendinginkan diri.
Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa berakibat fatal.
Baca Juga: Tempat Makan Tradisional yang Ndeso di Gunungkidul, Menu Lezat dan Harga Terjangkau
Kenali Tanda-Tanda Heat Stroke
Karena itu, jemaah haji perlu mengenali tanda-tanda heat stroke sejak dini.
Berikut gejala yang wajib diwaspadai:
- Tubuh terasa sangat panas dengan suhu tinggi
- Kulit memerah dan terasa kering
- Sakit kepala hebat
- Pusing dan tubuh terasa lemas
- Mual hingga muntah
- Denyut nadi menjadi cepat
- Napas terasa sesak atau tidak nyaman
- Tubuh tidak lagi berkeringat meski cuaca sangat panas
- Sulit berkonsentrasi atau kebingungan
- Bicara mulai tidak jelas
- Kehilangan kesadaran atau pingsan
Baca Juga: Keindahan Pulau Mules NTT, Dari Pantai Pasir Putih hingga Spot Snorkeling yang Jernih
Langkah Pencegahan yang Perlu Dilakukan
Jemaah diimbau untuk tidak memaksakan diri beraktivitas di bawah terik matahari, terutama pada pukul 10.00 hingga 16.00 waktu setempat.
Penggunaan payung, topi, dan pakaian longgar berwarna terang dapat membantu mengurangi paparan panas langsung.
Selain itu, menjaga asupan cairan menjadi langkah penting untuk mencegah heat stroke.
Artikel Terkait
3 Bir Tradisional Indonesia yang Menghangatkan Tanpa Mengandung Alkohol
Keindahan Pulau Mules NTT, Dari Pantai Pasir Putih hingga Spot Snorkeling yang Jernih
Rekomendasi Nasi Rames Khas Sumatra, Didominasi Rasa Gurih dari Santan dan Tajamnya Rempah
Tempat Makan Tradisional yang Ndeso di Gunungkidul, Menu Lezat dan Harga Terjangkau
Tribune Lantern Borobudur 2026, Cara Nyaman Menikmati Pelepasan Lampion Waisak