Kabar BUMN - Meskipun Solo kental dengan budaya Jawa, kulinernya mendapat banyak pengaruh dari negara lain.
Masyarakat Solo meracik dan menambahkan bumbu lokal sehingga tercipta kuliner yang berbeda.
Beberapa di antara kuliner hasil adopsi menu lain ini banyak yang berupa sup.
Ada yang berbahan baku kambing, makaroni, atau ayam. Semuanya cocok dinikmati saat udara dingin.
Baca Juga: Kalau Bakpia Terus Dimodifikasi, Kuliner Asli Yogyakarta Ini Justru Mulai Langka
Sup Manten
Sup manten aslinya dari Klaten tapi populer di Solo sebagai hidangan yang selalu disajikan di acara pernikahan.
Tradisi menghidangkan sup manten ini sudah muncul sejak awal abad ke 19.
Kaldu sup manten bening terbuat dari rebusan ayam kampung yang kental.
Baca Juga: Promo Terbatas Mei 2026! Ini Cara Hemat Nikmati Candi Borobudur Lebih Dekat
Kuah diberi isi wortel, suwiran daging ayam kampung, makaroni, kol, dan kacang kapri.
Kuah kaldu bening ini melambangkan kejernihan hati dan niat baik dua mempelai saat memulai pernikahan.
Selain di resepsi pernikahan, sup manten juga mudah ditemukan di banyak rumah makan di Solo.
Baca Juga: 6 Tips Aman Wisata Outdoor di Tengah Cuaca yang Tak Menentu
Sop Galantin
Sup ini dulu hanya bisa dinikmati orang keraton atau para bangsawan saja.
Artikel Terkait
Rekomendasi Tempat Makan Lesehan di Solo dengan Menu Dagangan Berbeda-beda, yang Sajikan Kambing Buka 24 Jam
Rute Jakarta–Yogya–Solo Kini Punya Kereta Panoramic, Cek Fasilitas dan Jam Berangkatnya!
Lokananta Bloc, Solo, dari Perusahaan Rekaman Menjadi Galeri Musik dan Tempat Wisata
Liburan Seru di Solo Safari: Destinasi Ramah Keluarga Saat Lebaran 2026
Wisata Rasa di Solo, Cabuk Rambak Manahan Jadi Buruan Pagi Hari
4 Tempat Makan di Laweyan, Solo, Selesai Keliling Kampung Batik Bisalah Mampir