Kabar BUMN - Alergi makanan menjadi salah satu masalah kesehatan yang cukup sering dialami banyak orang.
Salah satu jenis alergi yang paling umum adalah alergi terhadap udang. Kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa.
Menariknya, alergi udang tidak selalu muncul sejak kecil. Banyak orang baru menyadari tubuhnya sensitif terhadap makanan laut ini saat sudah dewasa. Reaksi yang muncul pun bisa beragam, mulai dari ringan hingga cukup serius.
Baca Juga: Rekomendasi Tempat Kuliner di Blok M Hub, Kawasan Kuliner Terbaru di Blok M yang Sempat Mati
Reaksi Sistem Imun terhadap Protein Udang
Penyebab utama alergi udang berasal dari reaksi berlebihan sistem imun terhadap protein tertentu dalam udang.
Protein yang paling sering memicu alergi adalah tropomyosin. Ketika protein ini masuk ke dalam tubuh, sistem imun menganggapnya sebagai ancaman.
Akibatnya, tubuh memproduksi antibodi dan melepaskan zat kimia seperti histamin. Inilah yang kemudian menimbulkan gejala alergi seperti gatal, ruam, hingga sesak napas. Reaksi ini bisa terjadi dalam hitungan menit setelah mengonsumsi udang.
Baca Juga: Elnusa Group Borong Penghargaan Human Capital 2026, Bukti Keseriusan Kembangkan SDM Unggul
Faktor Genetik yang Berperan
Faktor keturunan juga memiliki pengaruh besar terhadap munculnya alergi udang. Jika dalam keluargamu ada yang memiliki riwayat alergi, risiko kamu mengalami hal serupa akan lebih tinggi.
Tidak harus alergi udang, alergi lain seperti debu atau susu juga bisa menjadi indikator.
Namun, faktor genetik bukan satu-satunya penyebab. Lingkungan dan pola makan juga turut memengaruhi bagaimana tubuh bereaksi terhadap makanan tertentu. Karena itu, alergi bisa berkembang seiring waktu.
Baca Juga: Serunya Festival Musik Sunset di Kebun 2026, Perpaduan Musik, Alam, dan Edukasi dalam Satu Event
Sensitivitas terhadap Seafood
Udang termasuk dalam kelompok makanan laut yang sering memicu alergi, bersama dengan kepiting dan lobster. Orang yang alergi udang biasanya juga memiliki sensitivitas terhadap jenis seafood lain. Hal ini terjadi karena adanya kesamaan struktur protein.
Akibatnya, tubuh memberikan reaksi yang mirip saat mengonsumsi makanan laut tersebut. Oleh karena itu, penting untuk berhati-hati jika kamu sudah memiliki riwayat alergi terhadap salah satu jenis seafood.
Artikel Terkait
6 Tips Kulineran Selama Liburan Agar Tidak Diare, Alergi, Atau Keracunan Makanan
6 Tips Agar Berburu Kuliner Selama Liburan Tidak Mengakibatkan Diare, Alergi, Atau Keracunan Makanan
Kehujanan Malah Gatal dan Ruam? Bisa Jadi Kamu 'Alergi' Hujan!
Kenapa Banyak Orang Alergi Susu? Ini Penyebab yang Jarang Disadari
Mengapa Banyak Orang Alergi Udang? Ini Penjelasan dan Cara Mengetahuinya